Connect with us

Pendidikan

Kunjungi Balai Cahaya Aceh, Musannif Bercengkrama Dengan Anak-Anak Pesisir

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, H. Musannif Sanusi, SE mengunjungi lembaga pendidikan Balai Cahaya Aceh, Lambada Lhok, Minggu (30/12/2018).

Dalam kunjungan tersebut, Musannif menyampaikan bahwa Yayasan Cahaya Aceh yang baru saja berjalan selama delapan bulan, telah menghadirkan nuansa pendidikan yang modern di tengah lingkungan masyarakat tataran bawah.

Lanjutnya, kehadiran balai pendidikan Cahaya Aceh merupakan pelita bagi anak-anak di Aceh Besar, khususnya kawasan pesisir pantai Gampong Lambada Lhok dalam meraih pendidikan yang sifatnya tentu sangat positif.

“Saya telah menyaksikan langsung bahwa anak-anak yang belajar disini sangat cerdas-cerdas dan memiliki mental yang berani. Mereka sudah bisa berpidato dalam bahasa Arab, Inggris, bahkan bahasa Turki sekalipun, dan yang paling membuat saya terharu dan bangga, ternyata anak-anak disini juga ada yang sudah mampu menghafal Al-Qur’an,” terang Musannif kepada Kliksatu.co.id.

Dirinya berharap supaya balai pendidikan tersebut dapat terus memberikan kontribusi yang positif dalam membina dan mendidik para generasi Aceh dimasa depan.

Kepada anak-anak tersebut, Musannif berjanji akan memberikan beasiswa bagi mereka jika selepas tamat di bangku sekolah dasar (SD), dan melanjutkan pendidikan di Dayah Darul Ihsan jika berprestasi.

Sementara itu, Pendiri Yayasan Cahaya Aceh Dr (C) Azwir Nazar, S.Pd.I, M.Si menyampaikan ungkapan terimakasih atas kunjungan anggota DPR Aceh H. Musannif ke lembaga pendidikan dirianya.

Azwir Nazar mengaku, pasca musibah Gempa dan Tsunami Aceh pada penghujung 2004 silam, yang telah meluluhlantakan Aceh dan kampung kelahirannya (Lambada Lhok-red), membuatnya merasa sangat termotivasi untuk dapat membangun kembali peradaban, yang dirinya mulai dari pendidikan.

“Saya ingin kelak, anak-anak ini dapat menjadi penerus Aceh yang pintar dan berguna bagi daerahnya. Mudah-mudahan mereka kelak dapat meraih pendidikan di berbagai universitas di berbagai negara nantinya,” katanya.

“Kanda Musannif disela kesibukan beliau menyempatkan mengunjungi anak anak yang tiap sore belajar dan berlatih di Balai Cahaya Aceh. Tanpa direncanakan hari ini beliau bergabung dengan adik-adik di kelas bahasa Inggris tiap Minggu sore yang gratis ini,” ujarnya.

Adapun Regina Rahmi M. Amin​​ sebagai Pembantu Rektor di BBG Sampeuna merekomendasi para mahasiswanya untuk mengajar bahasa Inggris semenjak puasa lalu di Cahaya Aceh. Semakin banyak teman-teman mahasiswa bergantian dari berbagai disiplin ilmu mengajar akan lebih nyata pengetahuan dan pengabdian anak muda untuk masyarakat. Tentunya akan lebih banyak pula manfaat dan jumlah anak-anak yang mendapatkan perhatian maupun pengetahuan gratis,” pungkasnya. [•]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Beri Pendidikan Politik, ‘Emak-Emak’ Tampak Antusias Ikuti Pertemuan Bersama Musannif

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, H. Musannif Sanusi, SE menilai peran terpenting dari partai politik adalah pendidikan politik bagi rakyat. Rakyat harus dibekali dengan pendidikan politik yang cukup, karena setiap persoalan kehidupan masyarakat dalam bernegara sangat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan politik. Parpol sebagai institusi politik harus mengutamakan pendidikan politik untuk rakyat.

“Yang paling pokok adalah pendidikan politik bagi rakyat. Karena jika masyarakat tahu persoalan politik pasti akan terjadi konsolidasi politik. Karena semua hal dari kita itu ditentukan oleh kebijakan-kebijakan politik,” kata Musannif pada saat pertemuan dengan masyarakat Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (30/12/2018).

Musannif juga mengatakan, pendidikan politik memberikan kesadaran politik bagi rakyat sebagai Zoon Politicon. Jika rakyat memiliki pendidikan politik yang baik, maka dapat menjadi alat kontrol.

Pada pertemuan tersebut, Musannif menjelaskan tentang tanggung jawab para politisi dalam memberikan nilai pendidikan politik yang luhur serta membumikan demokrasi yang substansial.

Dia menjelaskan bahwa, idealnya politik adalah wadah yang beradab dan damai untuk mendapatkan kekuasaan. Setelah kekuasaan didapat maka power yang diperoleh digunakan untuk semaksimal mungkin menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat banyak.

“Kalau kita melihat politik adalah wadah yang beradab yang damai untuk memperebutkan pengaruh kekuasaan dan diatur melalui konstitusi,” ujarnya.

Dia mengatakan, karena banyak politisi yang menyimpang dari tujuan mensejahterakan rakyat secara keseluruhan, sehingga mengakibatkan kata politik berkonotasi buruk. Menurutnya kaum akademis harus bisa membedakan antara perilaku menyimpang para politisi dengan politik yang bebas nilai.

“Banyak yang beranggapan politik itu kotor dan politisi juga kotor. Ini yang menjadikan orang sinis dengan politik, tetapi pada ujungnya pasti membutuhkan politik,” katanya.

Sementara itu, masyarakat setempat mengaku baru kali ini didatangi oleh anggota DPR Aceh yang juga merupakan Caleg DPR Aceh yang memberikan edukasi pendidikan politik.

“Tidak hanya kampanye dan mengubar janji-janji saja seperti yang lain, kami melihat Pak Musannif orang yang pintar, dia memberikan pemahaman-pemahaman tentang politik,” kata Nurasiah, warga setempat yang hadir pada pertemuan tersebut.

Pantauan Kliksatu.co.id, sejumlah seratusan ’emak-emak’ (ibu-red) tampak antusias mengikuti pertemuan tersebut. [•]

Continue Reading

News

Bina Kader, PII Aceh Utara Gelar Pendidikan Karakter

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH UTARA — Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara gelar pendidikan karakter atau Leadership Basic Training (LBT) pada 23 – 30 November 2018, kegiatan tersebut mengusung tema “Membina Pelajar Yang Religius dan berintegritas”. Senin (24/12/2018).

 

Keluarga besar PII Aceh Utara yang di wakili oleh Syamsuddin atau Ayah Panton menyemangati para peserta dan kader PII yang berhadir dalam kegiatan pembukaan LBT PII Aceh Utara, di usianya yang senja ayah Panton menyampaikan sejarah dimana ia pernah di gembleng di PII dan sangat mencintai PII.

 

“PII melahirkan generasi yang cerdas, di mana setelah di training di PII ayah Panton mampu dan bisa tampil di muka umum, baik dalam memimpin dan tampil di berbagai forum, seperti halnya seminar,” ujarnya.

 

Lain halnya dengan Drs. Jailani Ali, M.Pd kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Citra Bangsa tanah Jambo aye mengatakan, “Harapan kami sampaikan untuk kegiatan ini sukses seperti yang kita harapkan, kemudian kami harapkan tidak ada peserta yang mengikuti setengah jalan, banyak hal yang di dapat,” ujarnya.

 

Dalam kehidupan banyak orang-orang yang bersenang senang di masa muda, maka ia akan susah di masa tua, Namun jika ia berakit-rakit di masa muda maka ia akan memetik hasil di masa tua.

 

“Harapan lainnya kami sampaikan bahwa lingkungan kita di kelilingi oleh rumah penduduk, mari sama-sama kita jaga image PII, sehingga citra PII tidak tercemar oleh tingkah laku yang tidak baik,” katanya.

 

Semoga dengan LBT ini lahir kader PII yang bertingkah laku islami, berakhlak mulia, dengan PII ini terbentuk pemuda dan pemimpin yang cendikiawan muslim memimpin dengan hati, demikian katanya.

 

Sementara itu ketua umum PII Aceh Utara Rizki Fazan dalam sambutannya mengatakan bahwa PII adalah sebuah organisasi tertua di Indonesia, jika PII tidak meregenerasi maka PII akan terhenti, Namun tidak hari ini PII terus tumbuh di Indonesia dan mampu Mengkaderkan di Nusantara.

 

“Banyak generasi yang pernah di gembleng di PII seperti halnya Jusuf Kalla wakil presiden Indonesia, Anis Baswedan gubernur DKI Jakarta, Sofyan Djalil Menteri agraria, begitu banyak yang di gembleng di PII,” ujarnya.

 

Sedangkan ketua panitia Muhammad Fadhil mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar PII serta donatur yang telah mendukung kelancaran kegiatan yang di gelar PD PII Aceh Utara.[•]

Continue Reading

Pendidikan

Sembilan PD PII Se-Aceh Gelar Pendidikan Karakter Serentak

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Libur Sekolah dan Madrasah menjadi moment penting yang di ambil oleh Pelajar Islam Indonesia (PII) untuk menyelenggarakan kegiatan Pendidikan Karakter, di bulan Desember 2018 terdapat 9 Pengurus Daerah (PD) PII se-Aceh yang menyelenggarakan Leadership Basic Training (LBT) PII.

Uswatun Hasanah Ketua Bidang Kaderisasi kepada Awak Media, Jum’at (21/12/2018). Mengatakan bahwa pada Desember 2018 ada 10 pengurus daerah (PD) PII yang telah mengirimkan surat kepada Pengurus Wilayah (Pw) PII Aceh.

Adapun 9 PD PII yang mengadakan kegiatan pendidikan karakter secara serentak pada 24-31 Desember 2018 yakni, PII Banda Aceh, PII Pidie Jaya, PII Pidie, PII Bireun, PII Lhokseumawe, PII Aceh Utara, PII Kota Langsa, PII Aceh Tengah dan PII Meulaboh akan melaksanakan Kegiatan Pendidikan Karakter pada 27 Desember 2018 – 3 Januari 2019.

“Insyaallah ada sembilan PD PII di Aceh yang menyelenggarakan kegiatan pendidikan karakter, dan satu PD PII Banda Aceh yang menyelenggarakan kegiatan Latihan Intermedit Training (LIT),” ujar Uswah.

Sementara itu Muhardi Sidiq Jb Ketua umum PII Aceh mengatakan bahwa PII organisasi pengkaderan, banyak hal yang di dapatkan di PII, layaknya pendidikan karakter yang di gelar oleh sahabat PII di kepengurusan daerah bahkan komisariat.

“Pengkaderan mulai dari Komisariat, pengurus daerah di gelar setiap tahunnya, pelajar madrasah dan sekolah juga Mahasiswa menjadi peserta pendidikan karakter PII,” katanya.

PII telah banyak melahirkan pemimpin-pemimpin, seperti halnya Wakil presiden Jusuf Kalla yang pernah di training di PII, Sofyan Djalil Menteri agraria yang juga di pernah di training di PII.

“Ucapan terimakasih kami kepada keluarga besar PII se-Aceh yang telah mendukung suksesnya kegiatan pengkaderan yang di gelar Oleh sahabat-sahabat di kepengurusan daerah, semoga dengan kegitan ini banyak buah manfaat yang di lahirkan PII,” demikian katanya.[]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending