Connect with us

Edukasi

Beri Pendidikan Politik, ‘Emak-Emak’ Tampak Antusias Ikuti Pertemuan Bersama Musannif

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Wakil Ketua Komisi VII DPR Aceh, H. Musannif Sanusi, SE menilai peran terpenting dari partai politik adalah pendidikan politik bagi rakyat. Rakyat harus dibekali dengan pendidikan politik yang cukup, karena setiap persoalan kehidupan masyarakat dalam bernegara sangat berkaitan dengan kebijakan-kebijakan politik. Parpol sebagai institusi politik harus mengutamakan pendidikan politik untuk rakyat.

“Yang paling pokok adalah pendidikan politik bagi rakyat. Karena jika masyarakat tahu persoalan politik pasti akan terjadi konsolidasi politik. Karena semua hal dari kita itu ditentukan oleh kebijakan-kebijakan politik,” kata Musannif pada saat pertemuan dengan masyarakat Gampong Lam Hasan, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Minggu (30/12/2018).

Musannif juga mengatakan, pendidikan politik memberikan kesadaran politik bagi rakyat sebagai Zoon Politicon. Jika rakyat memiliki pendidikan politik yang baik, maka dapat menjadi alat kontrol.

Pada pertemuan tersebut, Musannif menjelaskan tentang tanggung jawab para politisi dalam memberikan nilai pendidikan politik yang luhur serta membumikan demokrasi yang substansial.

Dia menjelaskan bahwa, idealnya politik adalah wadah yang beradab dan damai untuk mendapatkan kekuasaan. Setelah kekuasaan didapat maka power yang diperoleh digunakan untuk semaksimal mungkin menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat banyak.

“Kalau kita melihat politik adalah wadah yang beradab yang damai untuk memperebutkan pengaruh kekuasaan dan diatur melalui konstitusi,” ujarnya.

Dia mengatakan, karena banyak politisi yang menyimpang dari tujuan mensejahterakan rakyat secara keseluruhan, sehingga mengakibatkan kata politik berkonotasi buruk. Menurutnya kaum akademis harus bisa membedakan antara perilaku menyimpang para politisi dengan politik yang bebas nilai.

“Banyak yang beranggapan politik itu kotor dan politisi juga kotor. Ini yang menjadikan orang sinis dengan politik, tetapi pada ujungnya pasti membutuhkan politik,” katanya.

Sementara itu, masyarakat setempat mengaku baru kali ini didatangi oleh anggota DPR Aceh yang juga merupakan Caleg DPR Aceh yang memberikan edukasi pendidikan politik.

“Tidak hanya kampanye dan mengubar janji-janji saja seperti yang lain, kami melihat Pak Musannif orang yang pintar, dia memberikan pemahaman-pemahaman tentang politik,” kata Nurasiah, warga setempat yang hadir pada pertemuan tersebut.

Pantauan Kliksatu.co.id, sejumlah seratusan ’emak-emak’ (ibu-red) tampak antusias mengikuti pertemuan tersebut. [•]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Edukasi

Mahasiswa KPM IAIN Langsa Gelar Festival di 3 Kecamatan

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA – Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM ) kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa tahap III tahun 2018 yang di tempat di Kota Langsa mengadakan kegiatan akhir yaitu Festival KPM yang di pusatkan di gedung DPD II KNPI Kota Langsa, berlangsung pada 22-26 november 2018. Kamis (22/11/2018).

Kegiatan Festival tersebut di buka Pemerintah Kota Langsa dalam hal ini di wakili oleh Abdullah Gade,M.Pd asisten II Pemerintahan Kota Langsa yang kerap di sampa dengan panggillan Waled (Ayah).

Dalam Sambutannya waled menyampaikan apresisasi sepenuhnya kepada mahasiswa KPM IAIN Langsa, semoga dengan apa yang di laksanakan oleh mahasiswa dapat membuahkan hasil, kita berikan nilai plus kepada para panitia yang mempersiapkan kegiatan selama empat hari ini.

Selanjutnya Irwansyah ketua panitia kegiatan Festifal mengatakan , ”kegaiatan ini adalah kegiatan gabungan tiga kecamatan yang menjadi wilayah tempat mahasiswa KPM, yaitu Langsa Lama, Langsa Barat dan Langsa Timur.” Ujarnya.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari para mahasiswa untuk mengadakan kegiatan gabungan.

”iya, untuk kali ini kita tidak mengadakan kegiatan perkecamatan, tetapi kita bergabung dengan tiga kecamatan dan mengadakan satu kegiatan bersama, dan ini merupakan inisiatif dari teman-teman, dengan mengadakan 9 cabang lomba.” Tuturnya.

Kemudian ia juga menambahkan dengan kegiatan gabungan ini para peserta lebih kompetitif, karena para peserta bukan hanya dari satu kecamatan saja.Proses pembukaan juga dimeriahkan dengan penampilan tarian ranup lampuan yang di pesembahkan oleh sanggar tari gampong mutia.

Adapun 9 cabang yang di perlombakan yaitu, baca puisi islami, Kaligrafi Khat Naskhi, Fashion Show, Tarian Kreasi, Pidato, Shalat Fardhu Kifayah, Azan, Catur dan Futsal KPM Cup. yang memperbutkan juara terbaik desa dan juara terbaik kecamatan.

Usai mengadakan pembukaan Festival KPM IAIN Langsa Tahap III, kegiatan di lanjutkan dengan Seminar Motovasi dengan menghadirkan Putra-putri Langsa yang berprestasi di kancah nasional dan internasional.

“Kita Hadirkan Putra terbaik langsa dalam kegiatan seminar motovasi, kita undang bang Mukhtar,A.Md ketua KNPI Langsa dan Bang Muslem,SH.I, MM anggota DPR-RI,” Ujar Irwansyah saat memandu kegiatan.

Sementara itu Fahrul Razi saat di wawancarai awak media mengatakan, tujuan seminar kita untuk para mahasiswa yang sedang melakukan kuliah pengabdian masyarakat di wilayah Kota Langsa, sehingga dengan adanya seminar tersebut kita beharap para peserta KPM bisa termotivasi untuk semakin berinovasi di desa-desa meski kegiatan pengabdian tersebut tinggal beberapa hari lagi.

Muslem DPR RI dalam penyampaian materinya mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk berfikir kreatif, Bergerak lokal berfikir Nasional dan Internasional.

“Anak muda Aceh hari ini harus berkarya di tingkat Nasional dan memiliki jaringan di tingkat internasional, layaknya saya hari ini anak seorang pelaut dari tanah kelahiran alukumba Aceh Timur, melanjutkan kuliah ke Jakarta dan kini telah menjabat sebagai anggota DPR RI di periode,” ujarnya.

Lain halnya dengan ketua KNPI kota Langsa, ia menyemangati para peserta dengan motivasi bergerak untuk sukses, menurutnya pemuda kreatif inovatif dan solutif sangat di di butuhkan kota Langsa sebagai kota jasa.

“Hari ini jangan tanyakan apa yang Negera berikan kepada kita, akan tetapi tanyakan pada diri sendiri apa yang dapat kita berikan untuk Negera. Saya anak seorang petani garam kini dengan tekad dan kerja keras telah memimpin KNPI periode 2018-2021 dan menjabat sebagai direktur rumah sakit Chut Nyak dhin,” ujarannya.[•]

Continue Reading

Edukasi

Mahasiswa KPM IAIN Langsa Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa tahap 3 yang melaksanakan tugas di Gampong Meurandeh Tengoh mengadakan sosialisasi bahaya narkoba terhadap anak-anak remaja di kalangan masyarakat. Jum’at (16/11/2018).

Kegiatan sosialisasi tersebut di laksanakan di kantor Geuchik gampong setempat pada pukul 08.30 WIB. Dengan Pemateri Ipda. Sritongga Babin Kamtibmas.

Sosialisasi yang di selenggarakan oleh mahasiswa KPM IAIN Langsa tahap 3 di respon baik oleh kaum pemuda dan pemudi Gampong setempat.

Nuryakin Geuchik Gampong Meurandeh Aceh mengatakan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat di selenggarakan di Gampong Meurandeh Tengoh, dengan harapan dapat meminimalisir terjadinya penyalahgunaan narkoba di Gampong kita,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa satu hari sebelum di gelar kegiatan sosialisasi ini, di Gampong Meurandeh Tengoh telah terjadi penangkapan salah seorang pemuda yang terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Kita juga sangat berterimakasih kepada mahasiswa KPM yang memiliki ide cemerlang telah melaksanakan kegiatan ini, semoga kegiatan ini dapat bermanfaat untuk kita dan berbuah pahala untuk mahasiswa KPM IAIN Langsa,” demikian katanya.

Sementara itu, Desnandra Faiz Noor Ahsani ketua panitia pelaksana kegiatan sosialisasi mengatakan, ” Tujuan di selenggarakan acara ini, kita melihat maraknya penyalahgunaan narkoba di Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Oleh karena itu, kita perlu mengetahui bahaya dan cara menghindari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Ipda. Sritongga dalam penyampaian materi sosialisasi ia mengatakan, “Kalau tidak mau gila jangan pakai narkoba, karena saat pertama kali menggunakan narkoba kita akan ketergantungan, hati berdebar-debar, ingin terus dan terus sehingga membahayakan kesehatan dan berdampak negatif,” ujarnya.

Efektif negatif yang timbul pun beragam, semisal kehabisan uang untuk mendapatkan uang pelaku penyalahgunaan narkoba mencuri, merampok.

“Pengguna Narkoba itu nantinya ingin mencari jati diri, orang yang labil maka kepengen hebat, berawal dari rokok kemudian ganti ke ganca, nambah ke sabu-sabu, heroin dan pil ekstasi, ini sangat berbahaya,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan bahwa penyalahgunaan narkoba di jika tertangkap, berdasarkan Undang-undang paling singkat di tahan 4 tahun penjara dengan denda 100 juta rupiah dan maksimal seumur hidup.

Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk anak-anak remaja di kalangan masyarakat turut di hadiri oleh, Hamdani supervisor KPM Gampong Meurandeh Tengoh, Nuryakin Geuchik Gampong Meurandeh Tengoh, ketua pemuda dan tamu undangan.[•]

Continue Reading

Daerah

Korek Sosialisasi Gerakan Literasi Untuk Pelajar

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Sejumlah mahasiswa, pemuda dan pelajar yang tergabung dalam komunitas relawan kreatif (Korek) Langsa mengadakan sosialisasi gerakan Literasi kepada anak-anak di Gampong Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Minggu (11/11/2018).

Program ini di gagas Korek Langsa dengan tema ‘Membangun Budaya Literasi Sejak Dini’.

Dalam sosialisasi tersebut Korek bersama dengan Pelajar Islam Indonesia (PII) di dampingi oleh sejumlah mahasiswa kampus Institut Agama Islam Indonesia (IAIN) Langsa yang melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong setempat.

Ketua Korek, Arif Rahmadan mengatakan, kegiatan Sosialisasi Gerakan Literasi merupakan kegiatan mingguan dan berkelanjutan.

“Insyaallah kita mengadakan kegiatan Sosialisasi ini secara rutin, dengan mengunjungi sarana pendidikan, seperti halnya sekolah, TPA. gerakan ini kita fokuskan ke tempat-tempat pedalaman,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, Komunitas Relawan Kreatif terus berupaya melahirkan generasi sukarelawan untuk melakukan gerakan Literasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal ini serupa dengan program pemerintah Aceh dalam mewujudkan ‘Aceh Carong’.

Kemudian di sampaikan lagi ketua Korek, Kehadiran Komunitasnya di sambut baik oleh Geuchik Gampong setempat.

“Kehadiran kita di sambut baik oleh Geuchik Gampong Kebun Ireng, dalam melakukan sosialisasi ini, terlebih terlihat antusias dari warganya,” ujarnya lagi.

Dalam sosialisasi tersebut korek membagi dua ruang kelas yang ada di TPA Gampong setempat, sementara mentor dalam sosialisasi tersebut di lakukan oleh Tim komunitas.

Adapun Tim komunitas yang melakukan sosialisasi yakni, Arif Rahmadan, Bustami Adoe, Teuku Abit, Irwansyah, Fitri Yana, Mawadah Ulya dan Nisa.

Sementara itu Irwansyah menambahkan, dalam sosialisasi gerakan Literasi ini kita kemas dalam sebuah kegiatan, belajar sambil bermain.

“Sosialisasi ini kita fokuskan kepada anak-anak agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui semangat membaca dan menulis, sehingga pendidikan anak-anak Aceh semakin meningkat,” katanya.

Selanjutnya ia mengatakan, ‘Membaca Jembatan Ilmu’, dengan membaca kita dapat meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, kemudian dengan menulis kita dapat merekam akan apa yang kita pelajari.

“Seperti kata imam Al Ghazali, ‘Jika kamu bukan anak seorang raja atau anak ulama besar maka jadilah penulis’, meskipun kita bukan siapa-siapa jika ingin di kenal dunia maka jadilah penulis,” katanya.

Dengan demikian, tambahnya, membaca, menulis dan memahami informasi menjadi kebutuhan setiap orang, maka dari itulah perlu adanya penanaman pemahaman pentingnya Literasi kepada anak-anak, dalam artian penerapan literasi harus di mulai sejak dini. [.]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending