Connect with us

News

Bina Kader, PII Aceh Utara Gelar Pendidikan Karakter

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH UTARA — Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara gelar pendidikan karakter atau Leadership Basic Training (LBT) pada 23 – 30 November 2018, kegiatan tersebut mengusung tema “Membina Pelajar Yang Religius dan berintegritas”. Senin (24/12/2018).

 

Keluarga besar PII Aceh Utara yang di wakili oleh Syamsuddin atau Ayah Panton menyemangati para peserta dan kader PII yang berhadir dalam kegiatan pembukaan LBT PII Aceh Utara, di usianya yang senja ayah Panton menyampaikan sejarah dimana ia pernah di gembleng di PII dan sangat mencintai PII.

 

“PII melahirkan generasi yang cerdas, di mana setelah di training di PII ayah Panton mampu dan bisa tampil di muka umum, baik dalam memimpin dan tampil di berbagai forum, seperti halnya seminar,” ujarnya.

 

Lain halnya dengan Drs. Jailani Ali, M.Pd kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Citra Bangsa tanah Jambo aye mengatakan, “Harapan kami sampaikan untuk kegiatan ini sukses seperti yang kita harapkan, kemudian kami harapkan tidak ada peserta yang mengikuti setengah jalan, banyak hal yang di dapat,” ujarnya.

 

Dalam kehidupan banyak orang-orang yang bersenang senang di masa muda, maka ia akan susah di masa tua, Namun jika ia berakit-rakit di masa muda maka ia akan memetik hasil di masa tua.

 

“Harapan lainnya kami sampaikan bahwa lingkungan kita di kelilingi oleh rumah penduduk, mari sama-sama kita jaga image PII, sehingga citra PII tidak tercemar oleh tingkah laku yang tidak baik,” katanya.

 

Semoga dengan LBT ini lahir kader PII yang bertingkah laku islami, berakhlak mulia, dengan PII ini terbentuk pemuda dan pemimpin yang cendikiawan muslim memimpin dengan hati, demikian katanya.

 

Sementara itu ketua umum PII Aceh Utara Rizki Fazan dalam sambutannya mengatakan bahwa PII adalah sebuah organisasi tertua di Indonesia, jika PII tidak meregenerasi maka PII akan terhenti, Namun tidak hari ini PII terus tumbuh di Indonesia dan mampu Mengkaderkan di Nusantara.

 

“Banyak generasi yang pernah di gembleng di PII seperti halnya Jusuf Kalla wakil presiden Indonesia, Anis Baswedan gubernur DKI Jakarta, Sofyan Djalil Menteri agraria, begitu banyak yang di gembleng di PII,” ujarnya.

 

Sedangkan ketua panitia Muhammad Fadhil mengucapkan terimakasih kepada keluarga besar PII serta donatur yang telah mendukung kelancaran kegiatan yang di gelar PD PII Aceh Utara.[•]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Belum Genap Sebulan, Jalan Lontar Sudah Berlubang

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | SURABAYA – Belum genap sebulan lalu diaspal, namun jalan Raya Lontar, Sambikerep sudah mulai berlubang. Tepatnya di depan toko yang berlokasi di Jalan Raya Lontar Nomor 51. Diameternya sekitar 30 cm dengan kedalaman kira-kira setengah meter. Jika terus-menerus dilewati kendaraan, tidak tertutup kemungkinan lubangnya semakin besar. Sebab, terdapat ruang kosong di bawah aspal yang berlubang tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Nasika, menyatakan bahwa warga menaruh kursi dan kayu di lubang itu sejak Sabtu siang (12/1) agar pelintas hati-hati. “Sudah diberi tanda aja banyak pengendara yang nabrak dan kecelakaan di situ. Kalau nggak ada tanda, ya kendaraan bisa jatuh,” ujar Nasika.

Salah seorang warga lainnya, Madekan, menuturkan bahwa lubang itu awalnya kecil, tidak seperti sekarang. Mungkin karena sering dilewati kendaraan roda empat, akhirnya lubang menjadi besar. “Setelah itu, langsung saya pasang kayu dan kursi sebagai tanda,” tuturnya kemarin. Pria 53 tahun itu lantas menduga-duga. Lubang tersebut terbentuk karena tanah di bawah aspal tidak terlalu padat.

Seiring berjalannya waktu, tanahnya berangsur turun. Akibatnya, terbentuk ruang di bawah aspal. Karena sering dilalui kendaraan, aspalnya ambles. Air hujan yang turun lewat lubang itu semakin mengikis tanah di bawahnya dan membuat lubang kian besar. “Seharusnya, segera diperbaiki oleh pihak terkait. Takut makan korban. Kalau dibiarkan, lubangnya juga makin besar,” kata Madekan.

Informasi itu sebenarnya sudah sampai ke satgas kelurahan setempat. Namun, hingga kemarin belum terlihat petugas yang memperbaikinya di lokasi.


Sumber : JPNN

Continue Reading

Nasional

Aceh Provinsi Termiskin di Sumatera

Published

on

By

ILUSTRASI

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH – Aceh masih bertahan sebagai provinsi nomor satu termiskin di Sumatera. Jumlah penduduk miskin di Tanah Rencong saat ini berjumlah 831 ribu orang.

“Aceh saat ini menduduki peringkat pertama termiskin dan Bengkulu nomor dua. Meski demikian, pada bulan September terlihat penurunan angka kemiskinan di Aceh cukup tinggi. Ke depan kita tinggal 0,02 persen selisihnya dengan Bengkulu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Wahyudin dalam konferensi pers di Kantor BPS, Aceh, Selasa (15/1/2019).

Menurut Wahyudin, angka kemiskinan di Aceh dapat kembali turun jika pemanfaatan anggaran pada Maret dan September mendatang semakin baik. Penurunan angka kemiskinan juga berpengaruh terhadap pembangunan di pedesaan.

BPS, kata Wahyudin, melihat perubahan angka kemiskinan ini salah satunya dari berubahnya potensi desa ke arah lebih baik. Berdasarkan data per September 2018, jumlah penduduk miskin di pedesaan Aceh meningkat 0,03 persen dari 18,49 persen menjadi 18,52 persen. Sedangkan di perkotaan justru menurun 0,81 persen dari 10,44 persen menjadi 9,63 persen.

“Kita harapkan program-program yang dilakukan lebih utama diarahkan ke desa, sehingga masyarakat miskin turun. Itu harapan kita. Selain itu, kita mengharapkan dipermudah akses masyarakat miskin di desa terhadap akses keuangan dan ekonomi. Ketika ada bantuan diutamakan kepada mereka,” ungkap Wahyudin.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Aceh yaitu 15,68 persen. Sedangkan Bengkulu yang menempati posisi kedua berjumlah 15,41 persen. Jika dilihat secara provinsi, penduduk miskin di Aceh berkurang sebanyak delapan ribu orang dibandingkan pada Maret 2018.

“Penduduk miskin di Aceh pada September yaitu 15,68 persen. Angka ini turun dibandingkan Maret dengan jumlahnya 839 orang atau 15,97 persen. Sedangkan jika dibandingkan September 2017, jumlah penduduk miskin bertambah dua ribu orang atau 15,92 persen,” bebernya.

Selama enam bulan tersebut, presentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Aceh mengalami penurunan 0,81 persen yaitu dari 10,44 persen menjadi 9,63 persen. Sementara masyarakat miskin di pedesaan justru meningkat 0,03 persen dari 18,49 persen jadi 18,52 persen.

Menurut Wahyudin, ada sejumlah hal yang berpengaruh besar terhadap meningkatnya garis kemiskinan. Untuk makanan, yang mempunyai andil besar terhadap garis kemiskinan seperti harga beras, rokok, dan ikan tongkol serta tuna. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan, yang mempengaruhi garis kemiskinan yakni biaya perumahan, bensin, dan listrik.

“Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan,” ungkap Wahyudin.

Konsumsi Rokok Sumbang Angka Kemiskinan di Sulsel

BPS Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis jumlah penduduk miskin mengalami penurunan di tahun 2018. Data ini juga memperlihatkan, konsumsi rokok juga paling besar sehingga ikut menyumbang angka garis kemiskinan di masyrakat.

Berdasarkan data BPS Sulsel, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan September 2018 sebesar 779,64 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 46,33 ribu jiwa.

“Persentase penduduk miskin juga turun dari 9,48 persen. kondisi September 2017 menjadi 8,87 persen pada September 2018. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan baik daerah perkotaan maupun perdesaan selama periode September 2017 ke September 2018,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Faharuddin di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar.

Meski angka kemiskinan turun di tahun 2018, sumbangan garis kemisnikan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 74,95 persen. Nilai itu naik dibandingkan tahun 2017 dengan persentase sebesar 74,59 persen.

Adapun komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, kue basah, bandeng, telur ayam ras, mie instan dan gula pasir. Sebagai perbandingan, konsumsi rokok filter di perkotaan sebesar 9,86 persen dan untuk wilayah pedesaan sebesar 9,02 persen.

“Untuk komoditas bukan makanan, kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan dan perlengkapan mandi,” sebutnya.

“Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan,” sambungnya.


Sumber : DETIK

Continue Reading

Pemilu 2019

Lulus CPNS Caleg di Aceh Ramai-ramai Mundur

Published

on

By

ILUSTRASI

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mendapat informasi terkait banyaknya caleg di kabupaten/kota yang minta mundur. Alasannya, para Caleg ini rata-rata sudah lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Ini kita masih menunggu ada beberapa partai yang mengirimkan surat pengunduran diri Caleg. Kita akan balas suratnya sesuai surat KPU bahwa Caleg itu sudah tidak bisa dicoret. Kecuali dia mundur dari partai politik,” kata Komisioner KIP Aceh Munawarsyah kepada wartawan di Kantor KIP Aceh, Senin (14/1/2019).

Para caleg yang meminta mundur ini yaitu rata-rata caleg tingkat DPRK. Mereka mengajukan surat permohonan diri ke KIP daerah. Menurut Munawar, pihak KIP akan memproses pengunduran itu jika Caleg tersebut ikut mundur dari Partai Politik.

“Syarat maju caleg kan anggota partai politik maka (jika dia mundur) tidak lagi memenuhi syarat. Kita lakukan verifikasi ke parpol apa benar dia mundur (dari Parpol), kalau benar, dia kita coret,” ungkap Munawar.

Meski demikian, Munawar mengaku belum mendapat laporan angka pasti terkait caleg yang mengajukan pengunduran diri tersebut. Dia masih menunggu laporan dari KIP Kabupaten/Kota di Aceh.

“Kita belum dapat laporan angkanya. Tapi di masing-masing kabupaten/kota sudah ada yang mengajukan surat pengunduran diri. (Angkanya) banyak ini, mereka mundur berkaitan dengan pengumuman CPNS, karena mereka lulus CPNS mengundurkan diri,” ungkap Munawar.


Sumber : AJNN

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending