Connect with us

Daerah

Pemerintah Lupa, Warga Indra Makmu Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA – Sungguh menyedihkan nasib keluarga miskin ini, selain tinggal di rumah tak layak huni, dua dari tiga anaknya juga menderita sakit, bahkan harus putus sekolah.

Ia adalah Mukhtar Zaini (40) beristrikan Yusniar (34), menghidupi tiga anak mereka di Gampong Alue Patong, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur.

Kehidupan miris yang diderita Mukhtar itu dikisahkan oleh Romy Syahputra selaku Ketua Gerakan Pemuda Indra Makmu (GPIM), yang mengunjungi rumah Mukhtar Selasa (4/12/2018).

Rumah Mukhtar, kisah Romy, kondisinya memprihatinkan, berkonstruksi kayu, dan beratap rumbia, rumah itu mulai lapuk, dan tembus sinar matahari karena dinding dan atapnya banyak bocor.

Ia inilah rumah yang didiami Mukhtar bersama istri dan tiga anaknya.

Tak hanya disitu, penderitaan Mukhtar, selain tinggal di rumah tak layak huni, dan bekerja sebagai buruh kasar, ia juga harus semangat membesarkan buah hatinya, yang sakit.

Anak pertamanya Zahra Wati (14) yang saat ini mengelami cedera di kakinya sehingga terpaksa menggunakan tongkat. Anak ketiganya Mera (4) juga mengalami sakit aneh, yaitu lumpuh layu, dan sering cekang, dan bahkan belum bisa berbicara.

Bahkan karena sakit dan keterbatasan ekonomi itu, Zahra pun terpaksa harus putus sekolah.

Mukhtar pun tak patah semangat, ia terus berusaha mengobati anaknya ke berbagai tempat, dengan berbagai cara, tapi hingga saat ini tak kunjung sembuh.

Karena keterbatasan biaya, hingga saat ini Mukhtar pun mengurungkan niatnya, untuk melanjutkan proses pengobatan anaknya. Padahal, dengan sakit ini sudah pasti masa depan anak akan terganggu.

Terkait kesedihan yang dialami keluarga Mukhtar ini, Romy, dan kawan – kawan, berinisiatif menggalang bantuan dari berbagai pihak untuk turut berpartisipasi untuk membantu Mukhtar, baik membangun rumah yang layak, maupun membantu proses pengobatan anaknya.

“Kita mohon bantuan pihak dermawan agar bersedia membantu meringankan beban keluarga Pak Mukhtar, karena saat ini Pak Mukhtar telah pasrah,” jelas Romy.

Jika nantinya, ada pihak dermawan yang bersedia membantu keluarga Pak Mukhtar, maka pihaknya siap memfasilitasinya.

“Semoga ada pihak dermawan yang terpangil hati untuk membantu keluarga Pak Muktar nantinya,” harap
pengurus Persatuan Wartawan Aceh Timur (PESAWAT) ini.(.)


Laporan : Irwansyah

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

PII Aceh Timur Bentuk PK PII Kemukiman Aluelhok

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR — Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Timur lanjutkan pergerakan dengan membentuk Pengurus Komisariat (PK) kemukiman Aluelhok, PK tersebut di bentuk dalam rapat yang di langsungkan di Madrasah Tsanaiwiyah Negeri (MTsN Aceh) Timur pada, Minggu (3/02/2019).

Dalam rapat tersebut terpilih Riad sebagai Ketua umum, Muhammad sebagai sekretaris umum, Reza bendahara umum dan Hayatun Nufus ketua Korda PII Wati.

Kegiatan ini juga di hadiri oleh keluarga besar PII Aceh Timur yang di wakili oleh Muhammad Yusuf kepala Mukim Aluelhok, Ahmad Fauji yang juga Geuchik Snb Teungoh, Irfan Ibrahim Awner Mahligai Ponsel dan Munir ketua umum PII Aceh Timur

“PII merupakan organisasi pengkaderan, di bentuknya pengurus komisariat sebagai bentuk implementasi dari ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh Kader PII, juga sebagai wahana berlatih untuk menjadi pemimpin,” ujar Munir.

Kemudian lanjutnya, adapun tujuan dari PII yakni kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan bagi segenap bangsa dan umat manusia.

“Sudah semestinya PII hadir di tengah-tengah masyarakat, sebagai anak umat, kita harapkan dengan terbentuknya PK PII Kemukiman Aluelhok maka lahirlah kegiatan-kegiatan yang dapat membawa perubahan bagi pendidikan pelajar di kecamatan setempat,” katanya.

Sementara itu, Putra komandan brigade PII Aceh Timur yang hadir dalam rapat tersebut, mengatakan bahwa dalam waktu dekat, PK kemukiman Aluelhok akan mengadakan Festival untuk mengasah prestasi para pelajar di kecamatan Perlak Timur.

“Kita akan memfokuskan kegitan PII pada pengembangan soft skill dan hard skill, sehingga para pelajar mampu dan siap ketika berada dalam lingkungan sekolah, madrasah dan di Gampong nya sendiri,” katanya.

Lain halnya dengan Irfan Ibrahim keluarga besar PII Aceh Timur ia mengatakan bahwa KB PII akan terus mensupport kegiatan yang di gelar PII selama itu bermanfaat untuk bangsa dan negara republik Indonesia.

“Dengan izin Allah SWT, kita akan senantiasa bersama dengan adik-adik PII Aceh Timur, terlebih hari ini kembali terbentuk PK PII Kemukiman Aluelhok, sebagai alumni PII kita sudah seharusnya mendukung pergerakan yang di lakukan kedepannya,” Pungkas Irfan.[.]

Continue Reading

Daerah

Suryadi Pimpin PWI Bireun

Published

on

By

 

KLIKSATU.CO.ID | BIREUN – SURYADI (Pemimpin Redaksi / Penanggungjawab PT Media Kabar Bireuen) sebagai ketua PWI Kabupaten Bireuen periode 2018-2021, secara aklamasi, Sabtu (2/2/2019) yang berlangsung di Oprrom Meuligoe, Bireuen.

Sementara Sekretaris PWI Bireuen dijabat Hamdani SE,MSM dan Bendahara, Ihkwati SP.

Sebelumnya, Plt Ketua PWI Aceh, Aldin,NL dalam pesannya sebelum pelaksanaan konggres V tersebut mengharapkan agar pers memiliki tiga fungsi, kontrol, edukasi dan entertain tetap menjunjung tinggi kebenaran.

“ Pada konfernsi ini kita netral, supaya memberi contoh, di tingkat pusat juga seperti itu, netral. Hal  ini untuk mengembangkan demokrasi, biarkan kawan-kawan di daerah yang memilih,” sebutnya.

Konferensi V PWI Kabupaten Bireuen Tahun 2019, bertemakan Menuju Pers Profesional, Beretika dan Anti Hoax itu dipimpin oleh Iranda Novandi.

Sebagai informasi sebelumnya, pemilihan Ketua PWI Bireuen yang dilaksanakan pada 30 Agustus 2018 lalu, diikuti dua kandidat, yaitu Suryadi dan Ariadi B Jangka berakhir deadlock dan ditunda.

Hal itu dikarenakan, perolehan suara kedua calon sama.


Laporan : Asnawi

Continue Reading

Daerah

10 Kecamatan di Aceh Barat Dibekali Cara Operasi SIM GAM

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | MEULABOH – Sebanyak puluhan kepala desa di 10 dari 12 Kecamatan di Kabupaten Aceh Barat mulai dibekali pengetahuan tentang pengoperasia aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gampong (SIM GAM).

Untuk memaksimalkan penguasaan terhadap aplikasi tersebut, para kepala desa nantinya akan mengutus seorang aparatnya untuk dilatih sebagai operator oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Rakyat Aceh (PRA).

Direktur LSM PRA, Zulfahmi mengatakan, aplikasi tersebut akan mulai diterapkan di pemerintahan desa pada bulan Maret mendatang, saat ini pihaknya masih melatih para kepala desa untuk terampil dan memahami tentang pengoperasian aplikasi yang dapat diakses melalui smarphone tersebut.

“Program akan di malai pada bulan maret ke depan setelah melakukan assesmant di seluruh desa untuk di input data kedalam sistem aplikasi,” kata Zulfahmi, Kamis (31/1/2019).

Aplikasi tersebut, kata dia, memiliki kelebihan sendiri bagi aparatur desa, selain akses informasi yang mudah, proses penginputan data kependudukan juga sangat aman di dalam aplikasi SIM GAM.

Di setiap desa di Kabupaten Aceh Barat nantinya akan ditentukan seorang operator yang telah dilatih pihaknya untuk menguasai sistem tersebut. Sehingga admin itulah yang memiliki peran untuk memasukan data ke dalam aplikasi agar bisa di akses masyarakat.

“Sepeti administrasi yang menyangkut dengan surat menyurat, aset desa,data kependudukan yang falid, serta monev keuangan yang terintergrasi langsung dengan Siskedes,” sebutnya.

Dari 12 kecamatan, lanjutnya,, hanya Kecamatan Arongan Lambalek dan Kecamatan Bubon belum diberikan sosialisasi tentang program tersebut. Ia memastikan seluruh desa di kecamatan akan diberi sosialisasi tentang SIM GAM dalam minggu ini. []

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending

%d blogger menyukai ini: