Connect with us

News

Silatnas KNPI se Indonesia Cetak Sejarah Baru

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BOGOR — Silaturahmi Nasional Pemuda/KNPI se Indonesia resmi dibuka Minggu (2/12/2018) malam di alun-alun Gumiati, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan yang dihadiri ratusan Kota/Kabupaten seluruh Provinsi ini pun berhasil mencetak sejarah pasca berdirinya KNPI 23 Juli 1973 silam.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari, terhitung dari 2-4 Desember 2018.

Tuan rumah Silatnas yang juga Ketua KNPI Kabupaten Bogor, M. Burhani mengucapkan selamat datang kepada para pemimpin, para Ketua DPD KNPI Kota Kabupaten se Indonesia di Bogor, Jawa Barat.

“Acara silaturahmi ini pertama kali digagas sejak berdiri KNPI. Saya berharap silaturahmi ini tidak hanya berhenti di Bogor tapi juga berlanjut ke daerah lainnya,” ucap Kang Burhan, sapaan akrabnya.

Ia menambahkan, pertemuan Nasional ini juga tidak hanya sekadar silaturahmi saja tapi masing-masing daerah bisa membangun kerjasama dalam pembangunan di semua lini, khususnya bidang kepemudaan.

Ketua Panitia SC Selvi Febriana mengungkapkan, silatnas KNPI ini berawal dari obrolan beberapa Ketua KNPI Kota/Kab yang kemudian bersepakat untuk gelar silaturahmi nasional.

“Kita persiapan hanya 3 bulan, banyak sekali rintangan bagaimana bisa mengumpulkan seluruh kota kab. Banyak juga pandangan negatif tapi semua terjawab bahwa darah kami merah putih masih ada,” tegasnya.

“Ini bukti kita masih satu bersaudara dan masih Indonesia. Kepada DPP KNPI kami hanya ingin kumpul, kami pemuda Indonesia. Jauh dari hari ini, saya bermimpi disaat saya menjabat ketua KNPI ingin ketemu saudara saya yang tinggal di daerah yang sama, cari makan yang sama, udara yang sama, lahir dari tanah yang sama yakni Indonesia,” tambah wanita yang juga Ketua KNPI Mamuju ini.

Kegiatan tersebut berhasil mencetak sejarah pasca berdirinya KNPI 23 Juli 1973. Silatnas mempertemukan para pemuda seluruh kabupaten/kota yang ada di indonesia. Terlihat masih kompak dan solid sebagaimana dilontarkan Ketua KNPI Lamsel Firmansyah,SIP, disela-sela acara

Sementara itu Asnawi My TSA, S. Sos, Ketua DPD KNPI Kabupaten Bireuen yang juga selaku sekretaris SC mengatakan dengan kegiatan Silatnas ini, menandakan bahwa pemuda kita masih kuat dan kokoh, tetap semangat walau dengan berbagai isu yang berkembang.

“Kami  sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang sangat besar kepada seluruh peserta Silatnas KNPI Kota/Kabupaten yang telah hadir untuk memenuhi undangan kami dan berkumpul untuk menyamakan persepsi bahwa KNPI masih bersatu, solid dan kokoh,” ujarnya

“Selain itu, kami mengucapkan terimakasih sebanyak-banyak nya kepada OC sejajarannya atas konstribusi nya, dengan susah payah untuk mempersiapkan kegiatan, yang akhirnya terlaksana hari ini,” tambahnya.

Bupati Bogor Nurhayanti yang diwakili Asda 1 Yos Sudarso mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya silaturahmi nasional KNPI se Indonesia.

“Saya berharap teman teman KNPI bisa terus sinergi dengan pemerintah untuk meningkatkan kemanandirian pemuda,” tukasnya.

Turut hadir dalam acara ini yakni Forkompinda Kabupaten Bogor, DPP KNPI, DPD 1 Jawa Barat, para OKP, DPK KNPI se Kabupaten Bogor dan tamu undangan lainnya. [•]


Editor: Saiful Haris

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Oknum Geuchik Pungut Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah Dari Warga Rp 500 Ribu

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR – Geuchik Gampong Seubebok Pangou, Kec. Banda Alam, Kab. Aceh Timur diduga memungut biaya pembuatan sertifikat tanah dari warganya, sementara pembuatan sertifikat tanah tersebut sudah digratiskan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk masyarakat kurang mampu. Kamis, 14 Febuari 2019.

Menurut keterangan Muhammad bahwa, geuchik di gampongnya itu meminta uang pembuatan sertifikat kepada warga sebesar Rp 500.000.00 (Lima Ratus Ribu Rupiah ) Apabila tidak diberikan, maka sertifikat tersebut di tahan oleh geuchik.

“Sebelumya geuchik tidak memberi tahu bahwa pembuatan sertifikat ini gratis, yang diberitahukan bahwa ada pembuatan sertifikat secara serentak di desa kami dengan biaya Rp 500 ribu/sertifikat,” ujar Muhammad kepada awak media beberapa waktu yang lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, Masyarakat baru mengetahui jika pembuatan sertifikat tanah tersebut tidak dipungut biaya alias di gratiskan.

“Saya juga ada mengkonfirmasi kepada pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Aceh Timur beberapa hari yang lalu, namun mereka menjelaskan bahwa pembuatan sertifikat tersebut gratis, dan pihaknya tidak menyuruh untuk mungut biaya itu pada siapapun,” sambung Muhammad.

Hal yang sama juga disampaikan Nasruddin (34), Bahwa geuchik meminta uang pembuatan sertifikat sebesar Rp 500 ribu, “Benar, uang tersebut dimita kepada masyarakat yang membuat sertifikat tanah, apabila tidak diberikan maka sertifikatnya ditahan.” Jelas Nasruddin.

Masyarakat berharap kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti perkara tersebut,” Kami berharap kepada aparat penegak hukum agar segera menindak lanjuti perkara ini, karena kami tidak ingin masyarakat terus dibodohi oleh para penguasa terutama dalam kasus ini,” harap kedua masyarakat tersebut.

Geuchik Gampong seneubok Pangou, Idris membenarkan pemungutan uang tersebut, dengan alasan untuk biaya administrasi. “Itu sudah dibahas di Jakarta, karena biaya tersebut untuk biaya adminstasi saat mengurus sertifikat tersebut ke kantor BPN Kota langsa dan hal itu merupakan hasil kesepakan bersama,” ungkap geuchik.

Sementara saat dikonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Timur melaui pesan WhatsApp belum mendapatkan jawaban. Saat dihubungi melalui telepon celuler juga tidak dapat dihubungi.[.]

Continue Reading

News

Menteri Sofyan A Djalil Mendukung Transformasi IAIN Ke UIN

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD mendukung transformasi atau perubahan status kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menjadi Universitas Islam Negeri.

Hal itu diutarakannya kepada Rektor IAIN Langsa bersama para Wakil Rektor dan Kepala Biro AUAK dalam pertemuannya dengan pimpinan kampus IAIN Langsa di ruang kerja Rektor, rabu (13/02/2019) siang.

Menurut Menteri asal Aceh ini, lembaga pendidikan tinggi seperti IAIN mempunyai peran yang sangat bagus dalam melahirkan alumni yang berkiprah dan mengisi ruang baik di pemerintahan, pedidikan dan jabatan politis.

”Dulu tidak ada sekolah agama, yang ada pendidikan agama di pesantren, jadi yang masuk perguruan tinggi adalah anak-anak bukan beragama islam, sedangkan anak-anak yang beragama islam setelah selesai dipesantren tidak tau mau melanjutkan perguruan tinggi lagi, jadi perlulah IAIN sebagai kelanjutan pendidikan agama”katanya.

Dikatakan Sofyan A Djalil, untuk pengembangan keilmuan, IAIN sebagai Institusi Islam belum mewarnai nilai Islam yang sesungguhnya yang konprehensif, yang mencakup berbagai aspek kehidupan, untuk itu diperlukan pengembangan lembaga pendidikan dari IAIN menjadi UIN.

“Kajian-kajian di IAIN masih terbatas, kedepan harus bisa menjadi UIN,”tukasnya.

Usai bertemu dengan pimpinan kampus IAIN Langsa, Sofyan A Djalil memberikan kuliah umum kepada mahasiswa mengenaini kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.

Dihadapan mahasiswa Sofyan A Djalil mengajak mahasiswa untuk tidak termakan berita hoaks, karena Islam mengajarkan untuk selalu mengkroscek (tabayyun) bila ada berita yang belum tentu kebenarannya.

“Kalau kamu punya semangat optimis, berfikir positif, tidak termakan berita hoaks, pasti kamu bisa sukses, jika adik-adik ingin di industri 4.0, maka perbaiki jejak digitalmu,”tuturnya.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia untuk dapat mendukung IAIN menjadi UIN.

Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan Rektor adalah perluasan lahan untuk pengembangan kampus.

“maka untuk memenuhi keperluan administrasi-administrasi negara tidak bisa serta merta saja IAIN ini bisa kita ubah menjadi UIN, kita membutuhkanbanyak sekali persyaratan-persyaratan termasuk diantaranya tanah yang memadai untuk pendirian gedung-gedung, tempat ruang belajar dan berbagai fasilitas perguruan tinggi yang memadai,” jelasnya.

“Menurut perkiraan para perencana, 50 hektar tanah untuk IAIN Langsa insyaallah untuk tahap awal barangkali memadai dan ini kita sampaikan kepda bapak Menteri yang tentu saja mempunyai knsen yang sangat tinggi untuk pengembangan lembaga pendidikan,”tambahnya lagi.

Zulkarnaini mengucapkan terima kasih kepada menteri yang telah hadir di kampus, semoga kedatangan menteri Sofyan A Djalil dapat memberikan motivasi dan semangat untuk kemajuan kampus.

“Selain untuk mepererat ukhwah islamiyah, kehadiran bapak Menteri juga dapat memberikan motivasi untuk kemajuan kampus,”tutupnya.

Zulkarnaini juga menceritakan secara singkat sejarah lahir kampus IAIN Langsa yang dulunya belum memiliki gedung perkuliahan, namun berkat kerja keras dan dukungan semua pihak IAIN Langsa memiliki lahan dan bangunan sendiri.[.]

Continue Reading

News

MAN IC Akan Terima 2.180 Siswa dari 24 Provinsi

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia Aceh Timur kembali menerima siswa-siswi tahun ajaran 2019/2020. pada Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) MAN Insan Cendekia di 24 propinsi MAN IC kembali menerima peserta didik sebanyak 2.180.

Shulfan, S.Ag, M.Sc Kepala Madrasah MAN IC mengatakan “MAN Insan Cendikia Aceh Timur merupakan model satuan pendidikan jenjang menengah yang memadukan pendidkan agama islam (PAI) dengan pengayaan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai khas utamanya.” Ujarnya.

Lebih lanjut Shulfan mengatakan, MAN IC Secara sadar di bangun karena dorongan kebutuhan ideal yaitu, menghasilkan lulusan pendidikan tingkat menengah berbasis ke islaman yang kuat di bidang iman dan takwa (IMTAK) Akhlak mulia, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan seni budaya untuk menjawab tantangan yang di hadapi oleh masyarakat.

Kemudian Shulfan mengatakan seperti tahun lalu, seleksi ini serentak dilaksanakan dan pendaftaran siswa di mulai tanggal 18 Februari s/d 15 Maret 2019 melalui website www.madrasah.kemenag.go.id/snpdb2019 atau www.icat.sch.id.

Tahun 2019 pelaksanaan ujian menggunakan CBT atau Komputer dengan tempat pelaksanaan tes akan di informasikan selanjutnya.

”Kami di MAN Insan Cendekia Aceh Timur sudah membentuk panitia dan bahan- bahan sosialisasi seperti brosur dan pusat informasi SNPDB guna membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya di MAN IC Aceh Timur, “ Tandas kamad Shulfan, S.Ag, M.Sc.

Shulfan berharap meski seleksi secara nasional, namun anak-anak Aceh harus lebih banyak kouta yang lulus nantinya, sehingga kehadiran Lembaga yang di cetus Pak HABIBI tersebut dapat dirasakan oleh anak-anak di mana MAN IC berada.[.]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending