Connect with us

Religi

Pengurus Dewan Dakwah Aceh Besar Resmi Di Lantik

Published

on

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA saat melakukan pelantikan Pengurus Daerah Dewan Dakwah Aceh Besar di Mesjid Besar Al Jihad Montasik, Minggu (2/12/2018).

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Pengurus Daerah Dewan Dakwah Aceh Besar periode 2018-2021 resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA di Mesjid Besar Al Jihad Montasik, Minggu (2/12/2018).

Hadir dalam pelantikan tersebut Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar, Adi Darma M.Pd, Muspika Kec Montasik dan tamu undangan lainnya.

Ketua panitia Marfiandi dalam laporannya mengatakan dipilihnya Mesjid sebagai tempat pelantikan agar Dewan Dakwah Aceh Besar lebih dekat dan dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat.

Ketua Dewan Dakwah Aceh Besar, Mulyadi S.Sos.I usai pelantikan mengatakan Aceh Besar merupkan salah satu Kabupaten di Aceh yang sangat luas wilayahnya, yaitu terdiri dari 23 Kecamatan dan 604 gampong dengan jumlah penduduknya mencapai 384.661 jiwa.

“ini semua akan menjadi lahan dakwah yang akan kita laksanakan. Dewan Dakwah Aceh Besar akan senantiasa bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten dan Ormas Islam serta yayasan-yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah dan pendidikan untuk memajukan Kabupaten Aceh Besar. Dan kerja dakwah ini mestilah dilaksanakan secara ikhlas dan mengharapkan pertolongan Allah swt,” kata Mulyadi.

Sementara itu Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA dalam sambutannya mengharapkan agar Dewan Dakwah Aceh Besar dapat meningkatkan kegiatan dakwah, mengingat tantangan dakwah sendiri semakin hari semakin bertambah berat.

“Harapan ini sangatlah beralasan karena sebagian besar pengurusnya adalah kader binaan Dewan Dakwah alumni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir Jakarta. Dimana STID tersebut merupakan salah satu lembaga pendidikan binaan Dewan Dakwah,” kata Tgk Hasanuddin.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN AR-Raniry ini menambahkan dakwah yang dilakukan oleh Dewan Dakwah diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan ummat. Khususnya di Aceh yang Islamnya sudah pernah berjaya dan memberikan kontribusi kepada Indonesia di masa dahulu kala.

“Tentunya kami sangat mengharapkan dukungan dari tokoh masyarakat dan pemerintah daerah untuk kelancaran kegiatan Dewan Dakwah ke depannya,” kata Tgk Hasanuddin.

Sementara itu Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Besar, Adi Darma M.Pd dalam arahannya mengatakan tugas untuk berdakwah bukanlah hanya tugas Dewan Dakwah saja, akan tetapi juga menjadi tugas bagi semua orang Islam sebagaimana tersebut dalam quran surah Ali Imran ayat 104.

“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Besar kami sangat mengapresiasi terhadap pengurus yang sudah dilantik. Kami juga berharap Dewan Dakwah ini akan menjadi mitra pemerintah Kabupaten khususnya dalam pelaksanaan syariat islam secara kaffah,” kata Adi Darma.

Ia menambahkan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar sangat konsen dengan penegakan syariat islam. Dari itu diharapkan dukungan dari semua pihak khususnya Pengurus Dewan Dakwah yang baru dilantik.

“Salah satu buktinya adalah adanya seruan untuk menghentikan semua kegiatan di saat waktu shalat,” tegasnya.

Usai pelantikan dilanjutkan dengan Kajian Islam yang dibahani oleh Abu Muhammad Yus dengan topik Dakwah Sebagai Solusi Permasalahan Ummat.

Adapun Pengurus Dewan Dakwah yang dilantik sebagai berikut :
Ketua : Mulyadi S.sos.I
Sekretaris : Masrur Marzuki, MA
Bendahara : Hanisullah MA
dibantu oleh bidang-bidang.


Editor: Saiful Haris

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Religi

Fakultas Agama Islam USM Jalin Kerjasama Seminar Usaha Kuliner Halal di Kota Banda Aceh

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh melakukan kerjasama bersama Fakultas Agama Islam, Universitas Serambi Mekkah dalam kegiatan seminar usaha kuliner sebagai penunjang kebijakan wisata halal di Kota Banda Aceh.

Sekretaris Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Ida Friatna, MA menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survey pengusaha di Kota Banda Aceh sudah punya kesadaran untuk memenuhi standar halal.

Lanjutnya, akan tetapi permasalahan yang timbul menurut Ida Friatna, adalah masih banyak pengusaha makanan yang tidak tahu cara mengurus sertifikat halal dari LPPOM MUI Aceh.

Sementara itu, Zamzami M.Kesos selaku peneliti dalam bidang itu menyampaikan, bahwa berdasarkan hasil survey dari 150 sampel dari 9 kecamatan di Kota Banda Aceh sudah menyadari untuk memenuhi standar halal dari sisi fasilitas, pelayanan, proses, dan lainnya. Dirinya mengatakan ada delapan variabel dalam hasil survei itu.

Dekan Fakultas Agama Islam, DR. Andri Nirwana.AN, M.Ag sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Dirinya menyampaikan bahwa kepentingan umat Islam mengkonsumsi makanan halalan thayyiban adalah mutlak, demi untuk menghasilkan generasi yang cemerlang.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/12/2018), di moderatori oleh Wakil Dekan Fakultas Agama Islam Zulfadli, MA, yang bertempat di RKU Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh. [•]

Continue Reading

Religi

Dewan Dakwah Aceh Apresiasi Miftahul Jannah

Published

on

Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA.

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Pengurus Wilayah Dewan Dakwah Aceh mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya atlet Blind Judo Indonesia asal Aceh, Miftahul Jannah, atas sikapnya mempertahankan syariah dalam kehidupan kesehariannya, dengan tetap berjilbab dalam pertandingan judo di Asian Para Games 2018 di Gelora Bung Karno Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Dakwah Aceh, Dr Tgk Hasanuddin Yusuf Adan MCL MA, Rabu (09/10/2018), menanggapi keputusan wasit yang mendiskualifikasi Miftahul Jannah dikarenakan tidak mau melepaskan jilbabnya.

“Dari itu kami meminta kepada pihak berwenang di negara ini untuk menegur dan memberikan wawasan ideologi dan wawasan konstitusi negara RI kepada penyelenggara Asian Para Games, sehingga mereka faham bahwa NKRI memberikan kebebasan melaksanakan syariat agama bagi para pemeluknya,” Kata Tgk Hasanuddin.

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry ini juga meminta kepada pemerintah Aceh untuk membela sikap Miftahul Jannah tersebut dengan memperadilankan panitia pelaksana, dikarenakan telah melanggar konstitusi NKRI. Selain itu juga telah merugikan Miftahul Jannah yang menjalankan hukum islam, yang kini telah menjadi hukum positif di Indonesia, khususnya bagi rakyat Aceh.

“Kami mengharapakan agar Pemerintah Aceh menuntut ganti rugi atas kejadiuan tersebut. Pasalnya kesempatan dan peluang kemenangan Miftahul Jannah sudah diabaikan. Juga agar Miftahul Jannah dan keluarganya teguh pendirian, kuat iman dan menjadi tauladan kepada seluruh muslimah Aceh lainnya,” tegas Tgk Hasanuddin.

Tgk Hasanuddin menambahkan agar ummat manusia belajar dari pengalaman tsunami dan gempa yang menghantam Indonesia seperti yang pernah terjadi di Aceh tahun 2004, di NTB, dan Sulawesi Tengah tahun 2018, dimana penyebabnya dikarenakan tidak mau menjalankan hukum Allah (hukum Islam).

“Dari itu kepada seluruh bangsa dan penghuni wilayah Aceh untuk dapat menjalankan syariat Islam sepenuhnya dalam hidup dan kehidupan ini, kapan dan di mana saja berada, agar Allah yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita semua. Amin,” pungkas Tgk Hasanuddin. [•]

Continue Reading

Religi

Muslimat Dewan Dakwah Aceh Gelar Pendampingan Syariah Bagi Muallaf

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Muslimat Dewan Dakwah Aceh bekerjasama dengan Baitul Mal Aceh, menggelar kegiatan pendampingan syariah bagi muallaf di Gedung ACC Sultan Selim II Banda Aceh, Minggu (07/10/2018).

Ketua Panitia Roslaila Usman Latief mengatakan, kegiatan tersebut diikuti oleh 100 muallaf yang sebagiannya berasal dari Banda Aceh dan Aceh Besar. Menurutnya kegiatan tersebut direncanakan akan berlangsung selama 12 kali pertemuan. Dengan rincian dalam seminggu sebanyak dua kali pertemuan dan pada setiap pertemuannya berlangsung selama 4 jam.

“Pemateri akan diisi oleh Pengurus Dewan Dakwah Aceh dan pembiayaan dari kegiatan ini bersumber dari Baitul Mal Aceh,” kata Roslaila.

Kepala Baitul Mal Aceh yang diwakili oleh Kasubbid Pendayagunaan, Mahfudh SE dalam sambutannya mengatakan sumber dana dari kegiatan tersebut adalah dari dana zakat. Adapun zakat itu merupakan harta yang berasal dari sesuatu yang suci dan berkah.

“Oleh karena itu kami harapkan kegiatan ini dapat menghadirkan output yang suci dan berkah pula, khususnya kepada individu para muallaf,” kata Mahfudh.

Ia menambahkan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi peserta agar nilai-nilai keislamannya dapat meningkat setiap harinya. Selain itu juga bagian dari partisipasi dan kepedulian Baitul Mal Aceh sebagai lembaga pengelola zakat dalam memberikan pemahaman tentang dienul islam bagi muallaf khususnya berkaitan dengan aqidah, ibadah dan muamalah.

“Kami juga berharap di tahun-tahun mendatang jumlah zakat dapat terus bertambah, sehingga kedepannya akan lebih banyak lagi muallaf yang bisa kita bantu dalam pengayaan wawasan keislamannya. Termasuk juga untuk program-program lainnya,” lanjut Mahfudh.

Sementara itu Ketua Dewan Dakwah Aceh saat membuka acara yang disampaikan oleh Ketua Bidang Ghazwul Fikri dan Pembinaan Muallaf, Ghazali M Adam, S.Ag MA mengatakan Dewan Dakwah Aceh berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan muallaf, baik melalui program Dewan Dakwah sendiri maupun dalam bentuk kerjasama. Termasuk juga pembinaan muallaf dengan pengiriman anak-anak muallaf ke Dayah atau Sekolah Tinggi Islam untuk belajar agama dan menghafal al-quran.

“Insha Allah, kerjasama dengan semua pihak ini sangatlah penting untuk pembinaan muallaf yang merupakan tanggung jawab kita bersama. Semoga harapan kita ini diberkahi dan dikabulkan. Aminn,” pungkas Ghazali. [•]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending