Connect with us

Entertainment

Buku Ghazali Abbas Adan di Launching

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Buku kedua senator Aceh Ghazali Abbas Adan yang berjudul “Suara Pro Rakyat dan Cinta Damai, Ghazali Abbas Adan Vs Fasisme” resmi di lanching sekaligus di bedah di Aula Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Darussalam Banda Aceh, Sabtu (1/12/2018).

Prosesi launching buku yang diterbitkan oleh ‘Adnin Foundation Publisher Aceh itu dilakukan oleh mantan Rektor Unsyiah Dr Darni M Daud, MA yang sekaligus tampil sebagai keynote speaker.

Darni mengatakan dalam buku yang berhalaman 800 lebih tersebut menegaskan sikap dan karakter dari Ghazali Abbas Adan. Selain itu juga tentang pemikiran dan pandangannya yang sarat makna akan persoalan yang terjadi di Aceh.

“Pemikiran Ghazali Abbas Adan selalu up to date, baru dan penting untuk kekinian Aceh. Sikap konsisten, integritas dan juga keberanian senantiasa menghiasi kehidupannya. Dan Ghazali Abbas Adan termasuk salah seorang anggota DPD RI dari Aceh yang sangat aktif,” kata Darni.

Sementara itu Ghazali Abbas Adan dalam sambutannya mengatakan, buku tersebut merupakan kumpulan berita dan tulisannya selama dirinya berkiprah di parlemen sebagai anggota DPD Perwakilan Aceh yang di muat di beberapa media cetak dan online. Selain itu juga dari beberapa penulis lainnya yang sesuai dengan topiknya.

“Ini merupakan bukti nyata kiprah dan kerja seorang Ghazali Abbas Adan di parlemen untuk Provinsi Aceh, walaupun ada pro dan kontra di dalamnya,” ungkap Ghazali Abbas.

Mantan Abang Jakarta ini menambahkan dirinya akan selalu dan senantiasa menyuarakan yang benar tanpa rasa takut apalagi akan mempengaruhi elektabilitasnya.

“Bagi saya jika yakin itu benar dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh, maka harus disuarakan supaya di dengar oleh pihak-pihak terkait, apapun resikonya. Dan itu semua juga terdapat dalam buku kedua itu. Dari itu saya atas nama pribadi mengucapkan terima kasih kepada penerbit, editor dan media massa yang telah membantu saya hingga terwujudnya buku kedua ini. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua,” kata Ghazali Abbas.

Ketua Panitia Pelaksana Dr Muhammad AR MEd dalam laporannya menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan oleh Yayasan Adnin Aceh itu menghadirkan tiga orang pembedah, diantaranya Pembina KWPSI H. Sjamsul Kahar, Pakar Sejarah Unsyiah Dr Husaini Ibrahim, MA dan Dosen Fakultas Hukum Unsyiah Saifuddin Bantasyam SH MA.

“Kegiatan ini diikuti oleh 200 peserta, yaitu dari unsur pemerintahan, ormas islam, okp kepemudaan, paguyuban, media massa dan organisasi perempuan,” tutup Muhammad AR. [•]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pariwisata

Hotel Renggali Dalam Balutan Jubah Grand Arabia

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | TAKENGON — Kabar menggembirakan di sektor pariwisata datang dari kota dingin Takengon, Aceh Tengah. Tidak lama lagi, kota penghasil kopi terbesar di Asia dan termasyhur di dunia ini bakal memiliki hotel bintang empat pertama di Dataran Tinggi Gayo; namanya Grand Renggali.

Hotel Renggali yang sempat “hidup segan mati tak mau” sejak didera konflik Aceh itu sedang dipoles menjadi hotel refresentatif berkelas wah tapi dengan harga sangat terjangkau. Fasilitas kamar yang disediakan juga dilengkapi interior dan eksterior bernuansa artistik mulai dari kelas superior, deluxe, junior suite hingga presiden suite.

Hotel usang yang dibangun pada 1985 dan sempat menikmati puncak kejayaannya pada era 1990-an ini diakuisisi manajemennya oleh PT Grand Arabia sejak April 2018. Pengelolaan Hotel Grand Renggali di bawah bendera PT Renggali Aceh Hotel digawangi Direktur Utama Sayid Harris Firza dan Komisaris Sopian Adami.

Untuk memenuhi standar kebutuhan dan kenyamanan tamu hotel, pihak manajemen Grand Arabia mengubah tampilan wajah Hotel Renggali lama menjadi bergaya arsitektur jazirah Arab. Ada 100 kamar dengan ragam kelas yang diubah menjadi ruang-ruang instiharat nyaman, teduh, dan penuh interpretasi.

Sedangkan view andalan di bagian belakang hotel tetap mempertahankan keindahan, keasrian, dan kemegahan Danau Laut Tawar. Pengunjung hotel tetap bisa langsung mengakses taman dari bilik jendela kamar sambil memelototi keteduhan air Danau Laut Tawar yang melegenda itu.

Taman yang dirancang apik di bagian depan dan belakang Hotel Grand Renggali nantinya bakal menjadi ladang baru bagi penikmat foto selfie. Apakah itu dengan keluarga, teman, kerabat, atau orang-orang istimewa yang perlu dibingkai dalam foto kenangan.

Renovasi besar-besaran Hotel Renggali ini sudah berjalan 60 persen dan menelan anggaran sekitar Rp70 miliar lebih. “Kita join dengan Pak Sopian Adami. Sahamnya 60 persen Grand Arabia dan sisanya 40 persen Pak Sopian Adami,” kata Direktur Utama PT Renggali Aceh Hotel Sayid Harris Firza, melalui siaran persnya, Jumat (14/12/2018).

Sophian Adami adalah seorang pengacara senior asal kota “petro dollar” Lhokseumawe, Aceh, yang kini sukses menggeluti bisnis dan dunia usaha. “Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Tengah yang telah memberikan kemudahan dalam segala kepengurusan izin dan kelengkapan lainnya,” kata Sopian Adami.

Sopian yakin hotel ini kelak akan meramaikan bisnis di sektor kepariwisataan Aceh, khususnya Aceh Tengah. Apalagi manajemen berencana akan merekrut dan melatih banyak putra daerah untuk dijadikan tenaga handal di Hotel Grand Renggali. “Insya Allah kehadiran Hotel Grand Renggali bisa menopang PAD [pendapatan asli daerah] Aceh Tengah,” jelas Sopian Adami.

Memang, kehadiran hotel refresentatif dan berkelas internasional di Negeri di Atas Awan Takengon sudah ditunggu kemunculannya oleh para penggila wisata dari segala pelosok bumi. Jika rampung 100 persen, maka para pelancong-pelancong duniapun dipastikan bangga melihat khazanah baru Hotel Renggali yang kini berjubah Grand Arabia Hotel; penuh inspirasi, artistik dan bernuansa Islami. [•]


Sumber: AJNN | Editor: Arahas Moeda

Continue Reading

Pariwisata

Pesona Pantai Penyu Pulo Aceh

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Siapa yang tidak mengenal dengan Pulo Aceh, salah satu pulau yang terletak di Ujung Barat Indonesia. Keindahannya laksana syurga Firdaus yang dapat memanjakan mata, tak jemu-jemu menikmati keindahan alam di sekeliling Pulo Aceh. Bagi siapa saja yang datang kesana, pasti akan terpikat dan terpana hingga tidak bisa move on yang akhirnya pengen balikan lagi.

Orang-orang yang mendengar sebutan Pulo Aceh, pasti akan teringat dengan sebuah Menara Mercusuar William Torren III yang dibangun pada tahun 1875 oleh Belanda. Padahal masih banyak destinasi alam Pulo Aceh yang tiada habisnya untuk diexplore, salah satunya Pantai Pasie Penyie (Pantai Penyu).

Pantai Pasie Penyie (Pantai Penyu) terletak di Gampong Seurapong Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Pantai ini tersembunyi dibalik perbukitan Bate Tenggireng, yang tak bisa ditempuh dengan sepeda motor. Jaraknya pun tak jauh dari pemukiman masyarakat, kurang lebih 2 KM.

Menuju pantai penyu harus melawati perbukitan dengan tebing yang tinggi. Perjalanya sedikit extrim dan menguji adrenalin, ini akan meninggalkan kesan yang indah dan sulit dilupakan bagi siapa saja yang datang kesana.

Disepanjang jalan akan didapati rerumputan yang panjang berkisar 1 meter. Ditambah lagi bebatuan yang indah di setiap bibir pantai dengan air yang jernih, menembus penglihatan saat gerombolan ikan lagi bersenda gurau. Keindahan alam di sepanjang perjalanan, membuat hasrat tidak tertahan untuk berselfi.

Pantai Penyu nan indah laksana Hawai dengan pepohonan kelapa berbaris rapi dan bebatuan datar membentang disisi kiri kanan, ombak bergemuruh di bibir pantai, suara dedaunan yang indah menandakan alam yang belum terjamah oleh manusia. Burung berkicau diatas pohon, membuat kita betah berada di Pantai Penyu.

Pantai Penyu alamnya cukup komplit untuk bersantai, memancing, snorkling dan daving. Jadi, bagi yang datang kesana jangan lupa mempersiapkan peralat mancing, hammock, snorkling, tenda dan lain sebagainya. Di sana bisa memancing di panjang bebatuan datar memanjang kearah barat.

Di samping itu, di Pantai Penyu juga bisa untuk snorkling dan daving. Di sisi kiri pantai penyu arah barat didapati hamparan karang yang bagus. Tentunya, bagi siapa yg datang pasti tidak bosan-bosan
menikmati keindahan pantai penyu.

Bila lelahnya beratifitas, pasti tidur diatas Hammock menjadi salah satu solusi untuk merebahkan badan dari lelah snorkling dan Diving. Hammock bisa diikat disetiap pepohonan kelapa yang ada di atas perbukitan pantai, posisi yang paling strategis berada pada ujung bukit pantai panyu. Di sana terlihat sunset secara langsung tanpa terhalang oleh pepohonan kelapa lainnya.

Menulis semua keindahan Pantai Penyu, pasti tidak ada habisnya.  Keindahannya yang begitu indah ditambah aktifitas yang komplit membuat wisatawan berlama-lama di sana. Bagi siapa saja yang datang kesana, yang terpenting jangan pernah meninggalkan sampah dan terus menjaga alam di sekitarnya. [•]


Penulis: Sahar | Editor: Saiful Haris

Continue Reading

Entertainment

Kisah Putera Samahani Menjadi Pengusaha Sukses

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Menjadi pengusaha tidak semudah membalik telapak tangan, banyak tantangan dan rintangan yang menghampiri. Untung dan rugi menjadi makanan sehari-hari seperti yang pernah dialami oleh Putera Samahani, Ridwansyah.

Ridwansyah tinggal di Gampong Leupung Riwat, Samahani, Kuta Malaka, Aceh Besar. Ia menceritakan kisahnya kepada Wartawan Kliksatu.co.id di Batoh Banda Aceh, (05/11/018). Dirinya memulai usaha sejak kuliah. Saat itu, ia membuka usaha dibidang Playstation (PS) sambil bekerja dengan pamannya di Apotik. Keuntungan dari hasil usahanya tersebut cukup untuk membiaya kuliah dan keperluannya sehari-hari tanpa meminta kepada orang tua.

Putera dari Nurdin Yahya dan Fauziah menambahkan, dirinya sudah beberapa kali gagal dalam usaha, namun tidak pernah menyerah untuk mencoba dari satu usaha ke usaha yang lain. Adapun usaha yang pernah ia geluti antara lain PlayStation, Warung Nasi, Loundri, Agen Mobil, Ponsel dan terakhir Apotik.

Berbekal pengalaman bekerja dengan paman selama beberapa tahun di Apotik, terakhir dirinya mencoba usaha dibidang Apotik. Usaha Apotik menjadi usaha fokusnya saat ini. Adapun keuntungan bersih Apotik mencapai 20 juta hingga 30 juta setiap bulan. Dari hasil keuntungan tersebut, ia mampu membiaya kuliah S2 nya di Jurusan Kenotariatan, serta mampu membeli rumah, toko dan mobil.

Di usianya yang masih muda 36 tahun, ia mampu membeli keperluannya tanpa harus menjadi Pegawai Negeri. Katanya, menjadi pengusaha sukses itu harus mencoba dan mencoba, hingga menemukan satu usaha yang berhasil dan fokus pada usaha tersebut. [•]


Wartawan: Sahar | Editor: Saiful Haris

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending