Connect with us

Hukum

Tak Sanggup Layani Nafsu Istri, Pria Ini Jual Istri dan Keperawanan Adik Ipar

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BATAM – Polresta Barelang, Kota Batam menangkap pria berinisial AZ, yang menjual istrinya (N)  kepada temannya BS

AZ diketahui memberikan sang istri kepada temannya yang disebut sudah dianggap sebagai adik sendiri, BS.

Tak hanya itu, AZ ternyata juga menyerahkan keperawanan adik iparnya (ER) kepada BS.

Kasus ini diketahui publik pasca adik ipar AZ berinisial ER membuat laporan kepada pihak kepolisian.

ER melaporkan jika dirinya telah dijual oleh AZ yang merupakan kakak iparnya. ER datang ke unit PPA Polresta Barelang bersama dengan pamannya.

Setelah ER membuat laporan, AZ pun diamankan oleh pihak kepolisian di kawasan Prima Garden Batuaji Batam, pada pekan lalu.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan mengatakan jika AZ sudah ditangkap oleh pihak kepolisian.

Saat ini, jelasnya, polisi masih memburu BS orang yang meniduri istri dan adik ipar AZ.

“Sudah kita amankan pelaku. Dan saat ini, kita masih mencari BS. Yang jelas kita masih memeriksa AZ,” tutur Andri, Kamis (22/11/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diketahui jika AZ menjual istrinya kepada BS dikarenakan AZ merasa tidak mampu lagi melayani istrinya untuk berhubungan badan.

Dari pengakuan AZ, hal itu juga ia lakukan karena istrinya sendirilah yang meminta kepada AZ agar BS melayaninya.

Istri AZ bahkan juga ingin memiliki anak dengan BS. Tak hanya itu, jelas AZ, hubungan badan keduanya juga kerap kali dilakukan di depan AZ.

“Alasannya, si AZ ini tidak mampu memenuhi hasrat istrinya. Tetapi kita masih akan terus periksa, kita nanti juga akan panggil istrinya,” sebut penyidik.

Saat ini istri AZ diketahui sudah mempunyai anak dari BS. Anak tersebut sudah berumur sekitat 5 tahun.

Sementara itu, ER yang mengaku jika ia dijual AZ kepada BS, telah menikah dengan BS. Menurut ER, pernikahan itu dilakukan secara paksa.

Dari pengakuan ER kepada penyidik, yang menikahkan ER dan BS adalah AZ. ER mengungkapkan, pernikahan tersebut dilangsungkan di rumah AZ di dalam sebuah kamar.

Lucunya, yang bertindak sebagai penghulu adalah Az. Ia dinikahkan di dalam sebuah kamar.

Kasus ini pun masih belum bisa disimpulkan oleh pihak kepolisian. Ini dikarenakan BS saat ini masih sedang dalam proses pengejaran.

Selama ini, Bs yang membiayai keuangan Az dan Er. Bahkan sebuah kartu ATM milik Bs diserahkan kepada Az untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. ()


Sumber : Tribun Medan

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Oknum Geuchik Pungut Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah Dari Warga Rp 500 Ribu

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR – Geuchik Gampong Seubebok Pangou, Kec. Banda Alam, Kab. Aceh Timur diduga memungut biaya pembuatan sertifikat tanah dari warganya, sementara pembuatan sertifikat tanah tersebut sudah digratiskan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk masyarakat kurang mampu. Kamis, 14 Febuari 2019.

Menurut keterangan Muhammad bahwa, geuchik di gampongnya itu meminta uang pembuatan sertifikat kepada warga sebesar Rp 500.000.00 (Lima Ratus Ribu Rupiah ) Apabila tidak diberikan, maka sertifikat tersebut di tahan oleh geuchik.

“Sebelumya geuchik tidak memberi tahu bahwa pembuatan sertifikat ini gratis, yang diberitahukan bahwa ada pembuatan sertifikat secara serentak di desa kami dengan biaya Rp 500 ribu/sertifikat,” ujar Muhammad kepada awak media beberapa waktu yang lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, Masyarakat baru mengetahui jika pembuatan sertifikat tanah tersebut tidak dipungut biaya alias di gratiskan.

“Saya juga ada mengkonfirmasi kepada pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Aceh Timur beberapa hari yang lalu, namun mereka menjelaskan bahwa pembuatan sertifikat tersebut gratis, dan pihaknya tidak menyuruh untuk mungut biaya itu pada siapapun,” sambung Muhammad.

Hal yang sama juga disampaikan Nasruddin (34), Bahwa geuchik meminta uang pembuatan sertifikat sebesar Rp 500 ribu, “Benar, uang tersebut dimita kepada masyarakat yang membuat sertifikat tanah, apabila tidak diberikan maka sertifikatnya ditahan.” Jelas Nasruddin.

Masyarakat berharap kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti perkara tersebut,” Kami berharap kepada aparat penegak hukum agar segera menindak lanjuti perkara ini, karena kami tidak ingin masyarakat terus dibodohi oleh para penguasa terutama dalam kasus ini,” harap kedua masyarakat tersebut.

Geuchik Gampong seneubok Pangou, Idris membenarkan pemungutan uang tersebut, dengan alasan untuk biaya administrasi. “Itu sudah dibahas di Jakarta, karena biaya tersebut untuk biaya adminstasi saat mengurus sertifikat tersebut ke kantor BPN Kota langsa dan hal itu merupakan hasil kesepakan bersama,” ungkap geuchik.

Sementara saat dikonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Timur melaui pesan WhatsApp belum mendapatkan jawaban. Saat dihubungi melalui telepon celuler juga tidak dapat dihubungi.[.]

Continue Reading

Hukum

Polres Aceh Timur Amankan Puluhan Ton Kayu Illegal Logging

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | KLIKSATU.CO.ID – Polres Aceh Timur berhasil mengamankan puluhan ton kayu olahan yang diduga hasil tindak pidana illegal logging di kawasan Simpang Jernih, Dalam Konferensi Pers yang di gelar di kantor Polsek Idi Rayeuk, kapolres menyebutkan jumlah total barang bukti yang di amankan sebanyak 203 batang kayu. Selasa (05/02/2019).

AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H, Kapolres Aceh Timur menyebutkan, pengungkapan kasus itu bermula adanya informasi dari masyarakat pada Senin (28/01/2019) yang menyebutkan telah terjadi tindak ilegaloging di sebuah hutan yang ada di Gampong Bedari, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur.

“Setelah medapatkan informasi tersebut, kami memerintahkan Kanit III Satreskrim Polres Aceh Timur dengan dibackup anggota Resmob untuk melakukan penyisiran.” Ujarnya.

Pada Selasa (29/01/2019) pagi, anggota kami menemukan lokasi kegiatan illegal logging serta didapatkan barang bukti ratusan balok kayu dari berbagai jenis. Namun di lokasi tidak ditemukanya pemilik kayu maupun pekerja. Diduga mereka melarikan diri mengetahui kedatangan anggota kami. Ungkap Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, “Proses pegefakuasian batang kayu ini terkendala alat trasnportasi untuk mengangkut barang bukti tersebut, Kanit III berkoordinasi dengan Kapolsek Simpang Jernih untuk meminta bantuan warga membuat rakit.” Katanya.

Hal ini dilakukan karena lokasi penemuan barang bukti kayu tersebut tidak bisa dilalui dengan kendaraan dan salah satu akses untuk mempermudah adalah dengan cara dihanyutkan ke sungai yang nantinya akan bermuara di sebuah gampong yang masuk wilayah hukum Polres Aceh Tamiang dari situlah kayu bisa diangkut dengan kendaraan.

“Banyaknya jumlah barang bukti dan minimnya anggota kami membuat perakitan kayu memerlukan waktu beberapa hari untuk menyelesaikanya.”Jelasnya.

Setelah sebagian kayu sudah berhasil dibuat rakit kemudian dihanyutkan di sungai Simpang Jernih dan bermuara di Gampong Sekerak Kanan, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Sambil menunggu kayu yang lain, barang bukti yang sudah sampai dipinggir sungai untuk sementara dititipkan pada sebuah shawmil (kilang kayu) Mandiri yang tidak jauh dari menepinya kayu barang bukti tadi.

Dalam penitipan barang bukti tadi disertai Berita Acara Penitipan Barang antara pemilik kilang dengan kami (Polres AcehvTimur), dalam hal ini diwakili Kanit III Satreskrim Polres Aceh Timur, Ipda Rangga Setiyadi, S.TrK.

Lebih Lanjut Kapolres Mengatakan “Setelah terkumpul sebanyak 164 batang, pada Sabtu (02/02/2019) pagi kami geser dari lokasi penitipan untuk dibawa ke Polres Aceh Timur dan pada Minggu (03/02/2019) malam 39 batang juga kami geser dari lokasi penitipan. Sehingga jumlah total barang bukti yang kami amankan sebanyak 203 batang kayu.” Terangnya.

Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) III Wilayah Langsa untuk mengetahui jenis kayu sekaligus melakukan pengukuran tonase barang bukti yang sudah kami amankan.

Ada[pun jenis kayu yang di amankan dalam kasus ilegal loging ini, yakni kayu damar, kayu jati, kayu putih.

Sedangkan pemilik kayu atau pihak yang bertanggung pada kegiatan illegal logging tersebut masih masih dalam penyelidikan. Mudah-mudahan kita dapat mengungkap kasus tersebut. Pungkas Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, S.I.K, M.H. [.]

Continue Reading

Hukum

Perampok Sadis di Aceh Timur di Bekuk Polisi

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR — Pelaku perampokan Nurmawati (59) ibu rumah tangga (IRT) warga Gampong (desa) Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur, berhasil di ringkus oleh pihak kepolisian Polres Aceh Timur, hal ini di ungkap Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro SIK MH dalam konferensi pers, Rabu (30/01/2019)

Nurmawati (Korban) saat bepergian ke safari subuh di Masjid Al-Qubra Kuta Binjei Kecamatan Julok dengan mengendarai sepeda motor, di hadang oleh Zakir (35) pelaku warga Gampong Meunasah Tengoh, Kecamatan Pante Bidari,

“Selain meringkus tersangka, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna biru putih tanpa nomor polisi,” sebut Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, SIK, MH didampingi Wakapolres, Kompol Warosidi, SH, MH.

Kemudian lanjut Kapolres, berdasarkan pengakuan tersangka Zakir, sepeda motor yang dikendarainya didapat dari Zainuddin (22) dan Andi Alfulqan (25) keduanya warga Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur yang digadaikan sebesar Rp 1.500.000, dengan jaminannya adalah sepeda motor Honda Scoopy milik korban perampokan jamaah safari Sahat Subuh.

Selanjutnya, gabungan Opsnal Reskrim dan Intel Polres Aceh Timur, sekitar pukul 05.30 WIB berhasil mengamankan tersangka Zainuddin dan Andi Alfulqan di Gampong Tanoh Anoe, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, beserta satu unit sepeda motor Honda Vario 150 warna hitam, yang digunakan pelaku saat merampok safari Shalat Subuh.

Dalam penangkapan ini pihak kepolisian menyita barang bukti berupa uang tunai sebanyak Rp 295.000, satu bungkus ganja kering, 3 paket sabu serta barang bukti lainnya.

“Motif perampokan berdasarkan pengakuan pelaku, mereka merampok untuk berfoya-foya,” demikian pungkasnya.[•]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending