Connect with us

Nasional

Surya Paloh Nilai Perda Agama Tidak Dibutuhkan

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | PONTIANAK – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menganggap peraturan daerah (perda) berdasarkan hukum agama belum perlu diterapkan di Indonesia.

Namun, Surya menyadari ada beberapa kekhususan seperti di Aceh yang memiliki Perda Syariah.

“Kami terima dan hormati (Perda Syariah Aceh) itu. Tetapi, kalau ditanya apakah daerah lain perlu menerapkan Perda Syariah yang baru, pandangan NasDem jelas, kalau tidak ada urgensinya buat apa,” kata Surya di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (22/11/2018).

Surya menegaskan, NasDem merupakan partai yang menganut paham nasionalis religius. Setiap kader partai NasDem tanpa terkecuali memiliki kewajiban untuk menjaga pluralisme yang berada dalam ideologi Pancasila.

“Jelas dan tegas bahwa partai ini partai nasionalis-religius. Kewajiban dasar bagi kader partai ini untuk melindungi kemajemukan dan pluralisme,” ungkap Surya.

Karena memiliki kewajiban untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi kebangsaan, Surya menuturkan NasDem akan berada pada garis terdepan melawan pihak-pihak yang ingin menawarkan konsep baru, selain Pancasila.

Bagi NasDem, Pancasila merupakan ideologi pemersatu bangsa yang tidak bisa diganti oleh ideologi lain.

“Dan ketika ada tawaran lain di luar ideologi Pancasila sudah tentu akan berhadapan dengan NasDem,” pungkas dia.


Sumber : JPNN.com

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Aceh Provinsi Termiskin di Sumatera

Published

on

By

ILUSTRASI

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH – Aceh masih bertahan sebagai provinsi nomor satu termiskin di Sumatera. Jumlah penduduk miskin di Tanah Rencong saat ini berjumlah 831 ribu orang.

“Aceh saat ini menduduki peringkat pertama termiskin dan Bengkulu nomor dua. Meski demikian, pada bulan September terlihat penurunan angka kemiskinan di Aceh cukup tinggi. Ke depan kita tinggal 0,02 persen selisihnya dengan Bengkulu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Wahyudin dalam konferensi pers di Kantor BPS, Aceh, Selasa (15/1/2019).

Menurut Wahyudin, angka kemiskinan di Aceh dapat kembali turun jika pemanfaatan anggaran pada Maret dan September mendatang semakin baik. Penurunan angka kemiskinan juga berpengaruh terhadap pembangunan di pedesaan.

BPS, kata Wahyudin, melihat perubahan angka kemiskinan ini salah satunya dari berubahnya potensi desa ke arah lebih baik. Berdasarkan data per September 2018, jumlah penduduk miskin di pedesaan Aceh meningkat 0,03 persen dari 18,49 persen menjadi 18,52 persen. Sedangkan di perkotaan justru menurun 0,81 persen dari 10,44 persen menjadi 9,63 persen.

“Kita harapkan program-program yang dilakukan lebih utama diarahkan ke desa, sehingga masyarakat miskin turun. Itu harapan kita. Selain itu, kita mengharapkan dipermudah akses masyarakat miskin di desa terhadap akses keuangan dan ekonomi. Ketika ada bantuan diutamakan kepada mereka,” ungkap Wahyudin.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Aceh yaitu 15,68 persen. Sedangkan Bengkulu yang menempati posisi kedua berjumlah 15,41 persen. Jika dilihat secara provinsi, penduduk miskin di Aceh berkurang sebanyak delapan ribu orang dibandingkan pada Maret 2018.

“Penduduk miskin di Aceh pada September yaitu 15,68 persen. Angka ini turun dibandingkan Maret dengan jumlahnya 839 orang atau 15,97 persen. Sedangkan jika dibandingkan September 2017, jumlah penduduk miskin bertambah dua ribu orang atau 15,92 persen,” bebernya.

Selama enam bulan tersebut, presentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Aceh mengalami penurunan 0,81 persen yaitu dari 10,44 persen menjadi 9,63 persen. Sementara masyarakat miskin di pedesaan justru meningkat 0,03 persen dari 18,49 persen jadi 18,52 persen.

Menurut Wahyudin, ada sejumlah hal yang berpengaruh besar terhadap meningkatnya garis kemiskinan. Untuk makanan, yang mempunyai andil besar terhadap garis kemiskinan seperti harga beras, rokok, dan ikan tongkol serta tuna. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan, yang mempengaruhi garis kemiskinan yakni biaya perumahan, bensin, dan listrik.

“Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan,” ungkap Wahyudin.

Konsumsi Rokok Sumbang Angka Kemiskinan di Sulsel

BPS Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis jumlah penduduk miskin mengalami penurunan di tahun 2018. Data ini juga memperlihatkan, konsumsi rokok juga paling besar sehingga ikut menyumbang angka garis kemiskinan di masyrakat.

Berdasarkan data BPS Sulsel, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan September 2018 sebesar 779,64 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 46,33 ribu jiwa.

“Persentase penduduk miskin juga turun dari 9,48 persen. kondisi September 2017 menjadi 8,87 persen pada September 2018. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan baik daerah perkotaan maupun perdesaan selama periode September 2017 ke September 2018,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Faharuddin di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar.

Meski angka kemiskinan turun di tahun 2018, sumbangan garis kemisnikan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 74,95 persen. Nilai itu naik dibandingkan tahun 2017 dengan persentase sebesar 74,59 persen.

Adapun komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, kue basah, bandeng, telur ayam ras, mie instan dan gula pasir. Sebagai perbandingan, konsumsi rokok filter di perkotaan sebesar 9,86 persen dan untuk wilayah pedesaan sebesar 9,02 persen.

“Untuk komoditas bukan makanan, kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan dan perlengkapan mandi,” sebutnya.

“Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan,” sambungnya.


Sumber : DETIK

Continue Reading

Nasional

Basarnas Catat 334 Orang Meninggal Akibat Tsunami

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | BANTEN – Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat 334 orang meninggal dunia akibat gelombang tsunami yang menerjang perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, Sabtu (22/12) malam.

“Korban yang meninggal itu jumlah sementara dan kemungkinan bertambah,” kata Fahrizal, petugas pendataan dan komunikasi Basarnas di Posko Labuan, Pandeglang, Senin.

Ia mengatakan temuan tentang jumlah korban meninggal dunia meningkat, sebelumnya tercatat 252 orang meninggal dunia, 757 luka-luka, dan 30 hilang.

Namun, laporan dari lapangan yang diterima pada pukul 11.00 WIB menunjukkan angka itu bertambah menjadi 334 orang meninggal dunia, 764 luka-luka, dan 61 hilang.

“Kami yakin jumlah korban tsunami terus bertambah, karena masih banyak yang belum ditemukan dan hilang,” ujarnya.

Dia mengatakan lokasi korban tsunami yang menerjang perairan Selat Sunda tersebut 17 titik.

Sebanyak 17 titik itu, antara lain Carita, Panimbang, Cigeulis, Sumur, Labuan, Tanjung Lesung, Cibaliung, Cimanggu, Pagelaran, Bojong, Anyer, Pulau Sangiang, Menes, Pulau Hampeleum, Banyuasin, dan OSC Lampung.

Jumlah korban yang meninggal dunia terbesar di Panimbang 74 orang, Carita 70 orang, OSC Lampung 55 orang, Tanjung Lesung 46, Sumur 38, Labuan 12 orang, dan Anyer 12 orang.

Saat ini, Basarnas dan tim koordinasi lainnya masih melakukan evakuasi dan pencarian jenazah korban tsunami di sejumlah titik.

“Kami berharap semua korban tsunami bisa ditemukan dan teridentifikasi,” katanya.


Sumber : ANTARA

Continue Reading

Nasional

Tsunami Selat Sunda: 168 Orang Meninggal, 745 Terluka

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | Korban tsunami Selat Sunda yang menerjang Banten dan Lampung terus bertambah. Hingga saat ini, jumlah korban tercatat mencapai 168 orang.

“Hingga Minggu, 23 Desember 2018, pukul 13.00 WIB, total jumlah korban meninggal 168 orang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam jumpa pers di Kantor BPBD Yogyakarta, Minggu (23/12/2018).

Sebanyak 745 orang terluka dan 30 orang lainnya hilang. Korban meninggal paling banyak berada di Pandeglang.

Akibat tsunami, hotel dan rumah-rumah roboh. Kerusakan tidak hanya terjadi di Banten, tapi juga di Lampung Selatan.

“Selain itu ada 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung rusak, serta 350 perahu dan kapal sabanyk 350 mengalami kerusakan. Terdapat juga puluhan kendaraan juga rusak. Data ini kemungkinan masih terus bertambah, karena belum semua daerah yang terdampak tsunami terdata,” kata¬†Sutopo.

Tsunami ini menerjang pada Sabtu (22/12/2018) dan diduga akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. PVMBG masih mendalami kaitan antara letusan gunung dan tsunami. ()


Sumber : BERITAKINI.co

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending