Connect with us

News

Jokowi Presiden Idolanya Kaum Milenial di Aceh

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Jokowi – Ma’ruf Amin presiden dan wakil presiden idolanya para kaum milenial, hal tersebut di sampaikan oleh Faisal Azani Ketua bidang kordinator pemilih melenial Pospera kabupaten Aceh Tamiang, Kota Langsa dan Aceh Timur yang juga ketua relawan Aceh Love Jokowi. Kamis (15/11/2018).

“Aceh Love Jokowi memperkirakan untuk provinsi Aceh, Jokowi-Ma’ruf akan menjadi pilihan kaum Milenial, sebab pada pemilu 2019, diperkirakan ada 196,5 juta orang yang berhak memberikan suara. Dari jumlah itu, 100 juta diantaranya adalah pemilih muda atau kaum milenia berusia 17-35 tahun. Partai politik koalisi dan politisi berlomba menggaet kelompok ini,” ujarnya Faisal Azani.

Dalam hal ini, Jokowi sangat pantas dinobatkan sebagai bapak kaum milenial sebagai contohnya kepedulian Jokowi akan Prestasi Putra-putri Indonesia.

“Bapak Jokowi sangat sering sekali melakukan kunjungan ke pasatren-pasatren untuk bertemu dengan satri yang juga masuk juga katagori kaum milenia bahkan oktober ditetapkan sebagai hari santri yang belum pernah di tetapkan oleh presiden sebelum-nya,” ujarnya.

Selanjutnya ia menambahkan, Bukan dalam hal itu saja, presiden Jokowi juga sangat peduli kepada anak-anak komunitas Motor, ia sempat beberapa kali bersama Club Motor berkeliling dengan motornya Jokowi.

Tak hanya itu, Jokowi juga amat erat dengan para musisi, bahkan Jokowi sering melakukan silahturami serta Jokowi adalah presiden Indonesia yang paling aktif di media sosial.

“Oleh sebab itu kami bidang pemilih milenial pospera 3 wilayah, sedang melakukan kordinasi dengan seluruh lapisan milenial kabupaten Aceh Timur, Aceh Tamiang dan Langsa untuk melawan ‘Hoax’ mengantinya dengan fakta kinerja presiden Jokowi,” katanya.

Untuk menggait suara kaum Milenial di Aceh, Pospera yakin akan memperoleh suara Jokowi-Ma’ruf Amin akan mendapatkan 70 persen suara.

“Bahkan waktu dekat kita akan melakukan silahturahmi Akbar di kota Langsa, bersatu solid menang.” Pungkas Faisal Azani.[•]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Oknum Geuchik Pungut Biaya Pembuatan Sertifikat Tanah Dari Warga Rp 500 Ribu

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR – Geuchik Gampong Seubebok Pangou, Kec. Banda Alam, Kab. Aceh Timur diduga memungut biaya pembuatan sertifikat tanah dari warganya, sementara pembuatan sertifikat tanah tersebut sudah digratiskan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk masyarakat kurang mampu. Kamis, 14 Febuari 2019.

Menurut keterangan Muhammad bahwa, geuchik di gampongnya itu meminta uang pembuatan sertifikat kepada warga sebesar Rp 500.000.00 (Lima Ratus Ribu Rupiah ) Apabila tidak diberikan, maka sertifikat tersebut di tahan oleh geuchik.

“Sebelumya geuchik tidak memberi tahu bahwa pembuatan sertifikat ini gratis, yang diberitahukan bahwa ada pembuatan sertifikat secara serentak di desa kami dengan biaya Rp 500 ribu/sertifikat,” ujar Muhammad kepada awak media beberapa waktu yang lalu.

Namun seiring berjalannya waktu, Masyarakat baru mengetahui jika pembuatan sertifikat tanah tersebut tidak dipungut biaya alias di gratiskan.

“Saya juga ada mengkonfirmasi kepada pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Aceh Timur beberapa hari yang lalu, namun mereka menjelaskan bahwa pembuatan sertifikat tersebut gratis, dan pihaknya tidak menyuruh untuk mungut biaya itu pada siapapun,” sambung Muhammad.

Hal yang sama juga disampaikan Nasruddin (34), Bahwa geuchik meminta uang pembuatan sertifikat sebesar Rp 500 ribu, “Benar, uang tersebut dimita kepada masyarakat yang membuat sertifikat tanah, apabila tidak diberikan maka sertifikatnya ditahan.” Jelas Nasruddin.

Masyarakat berharap kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjuti perkara tersebut,” Kami berharap kepada aparat penegak hukum agar segera menindak lanjuti perkara ini, karena kami tidak ingin masyarakat terus dibodohi oleh para penguasa terutama dalam kasus ini,” harap kedua masyarakat tersebut.

Geuchik Gampong seneubok Pangou, Idris membenarkan pemungutan uang tersebut, dengan alasan untuk biaya administrasi. “Itu sudah dibahas di Jakarta, karena biaya tersebut untuk biaya adminstasi saat mengurus sertifikat tersebut ke kantor BPN Kota langsa dan hal itu merupakan hasil kesepakan bersama,” ungkap geuchik.

Sementara saat dikonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Aceh Timur melaui pesan WhatsApp belum mendapatkan jawaban. Saat dihubungi melalui telepon celuler juga tidak dapat dihubungi.[.]

Continue Reading

News

Menteri Sofyan A Djalil Mendukung Transformasi IAIN Ke UIN

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Dr. Sofyan A Djalil, SH, MA, MALD mendukung transformasi atau perubahan status kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa menjadi Universitas Islam Negeri.

Hal itu diutarakannya kepada Rektor IAIN Langsa bersama para Wakil Rektor dan Kepala Biro AUAK dalam pertemuannya dengan pimpinan kampus IAIN Langsa di ruang kerja Rektor, rabu (13/02/2019) siang.

Menurut Menteri asal Aceh ini, lembaga pendidikan tinggi seperti IAIN mempunyai peran yang sangat bagus dalam melahirkan alumni yang berkiprah dan mengisi ruang baik di pemerintahan, pedidikan dan jabatan politis.

”Dulu tidak ada sekolah agama, yang ada pendidikan agama di pesantren, jadi yang masuk perguruan tinggi adalah anak-anak bukan beragama islam, sedangkan anak-anak yang beragama islam setelah selesai dipesantren tidak tau mau melanjutkan perguruan tinggi lagi, jadi perlulah IAIN sebagai kelanjutan pendidikan agama”katanya.

Dikatakan Sofyan A Djalil, untuk pengembangan keilmuan, IAIN sebagai Institusi Islam belum mewarnai nilai Islam yang sesungguhnya yang konprehensif, yang mencakup berbagai aspek kehidupan, untuk itu diperlukan pengembangan lembaga pendidikan dari IAIN menjadi UIN.

“Kajian-kajian di IAIN masih terbatas, kedepan harus bisa menjadi UIN,”tukasnya.

Usai bertemu dengan pimpinan kampus IAIN Langsa, Sofyan A Djalil memberikan kuliah umum kepada mahasiswa mengenaini kesiapan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0.

Dihadapan mahasiswa Sofyan A Djalil mengajak mahasiswa untuk tidak termakan berita hoaks, karena Islam mengajarkan untuk selalu mengkroscek (tabayyun) bila ada berita yang belum tentu kebenarannya.

“Kalau kamu punya semangat optimis, berfikir positif, tidak termakan berita hoaks, pasti kamu bisa sukses, jika adik-adik ingin di industri 4.0, maka perbaiki jejak digitalmu,”tuturnya.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Dr. H. Zulkarnaini, MA meminta kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia untuk dapat mendukung IAIN menjadi UIN.

Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan Rektor adalah perluasan lahan untuk pengembangan kampus.

“maka untuk memenuhi keperluan administrasi-administrasi negara tidak bisa serta merta saja IAIN ini bisa kita ubah menjadi UIN, kita membutuhkanbanyak sekali persyaratan-persyaratan termasuk diantaranya tanah yang memadai untuk pendirian gedung-gedung, tempat ruang belajar dan berbagai fasilitas perguruan tinggi yang memadai,” jelasnya.

“Menurut perkiraan para perencana, 50 hektar tanah untuk IAIN Langsa insyaallah untuk tahap awal barangkali memadai dan ini kita sampaikan kepda bapak Menteri yang tentu saja mempunyai knsen yang sangat tinggi untuk pengembangan lembaga pendidikan,”tambahnya lagi.

Zulkarnaini mengucapkan terima kasih kepada menteri yang telah hadir di kampus, semoga kedatangan menteri Sofyan A Djalil dapat memberikan motivasi dan semangat untuk kemajuan kampus.

“Selain untuk mepererat ukhwah islamiyah, kehadiran bapak Menteri juga dapat memberikan motivasi untuk kemajuan kampus,”tutupnya.

Zulkarnaini juga menceritakan secara singkat sejarah lahir kampus IAIN Langsa yang dulunya belum memiliki gedung perkuliahan, namun berkat kerja keras dan dukungan semua pihak IAIN Langsa memiliki lahan dan bangunan sendiri.[.]

Continue Reading

News

MAN IC Akan Terima 2.180 Siswa dari 24 Provinsi

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH TIMUR – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia Aceh Timur kembali menerima siswa-siswi tahun ajaran 2019/2020. pada Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) MAN Insan Cendekia di 24 propinsi MAN IC kembali menerima peserta didik sebanyak 2.180.

Shulfan, S.Ag, M.Sc Kepala Madrasah MAN IC mengatakan “MAN Insan Cendikia Aceh Timur merupakan model satuan pendidikan jenjang menengah yang memadukan pendidkan agama islam (PAI) dengan pengayaan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai khas utamanya.” Ujarnya.

Lebih lanjut Shulfan mengatakan, MAN IC Secara sadar di bangun karena dorongan kebutuhan ideal yaitu, menghasilkan lulusan pendidikan tingkat menengah berbasis ke islaman yang kuat di bidang iman dan takwa (IMTAK) Akhlak mulia, ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan seni budaya untuk menjawab tantangan yang di hadapi oleh masyarakat.

Kemudian Shulfan mengatakan seperti tahun lalu, seleksi ini serentak dilaksanakan dan pendaftaran siswa di mulai tanggal 18 Februari s/d 15 Maret 2019 melalui website www.madrasah.kemenag.go.id/snpdb2019 atau www.icat.sch.id.

Tahun 2019 pelaksanaan ujian menggunakan CBT atau Komputer dengan tempat pelaksanaan tes akan di informasikan selanjutnya.

”Kami di MAN Insan Cendekia Aceh Timur sudah membentuk panitia dan bahan- bahan sosialisasi seperti brosur dan pusat informasi SNPDB guna membantu masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan anaknya di MAN IC Aceh Timur, “ Tandas kamad Shulfan, S.Ag, M.Sc.

Shulfan berharap meski seleksi secara nasional, namun anak-anak Aceh harus lebih banyak kouta yang lulus nantinya, sehingga kehadiran Lembaga yang di cetus Pak HABIBI tersebut dapat dirasakan oleh anak-anak di mana MAN IC berada.[.]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending