Connect with us

Pariwisata

Pesona Pantai Penyu Pulo Aceh

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Siapa yang tidak mengenal dengan Pulo Aceh, salah satu pulau yang terletak di Ujung Barat Indonesia. Keindahannya laksana syurga Firdaus yang dapat memanjakan mata, tak jemu-jemu menikmati keindahan alam di sekeliling Pulo Aceh. Bagi siapa saja yang datang kesana, pasti akan terpikat dan terpana hingga tidak bisa move on yang akhirnya pengen balikan lagi.

Orang-orang yang mendengar sebutan Pulo Aceh, pasti akan teringat dengan sebuah Menara Mercusuar William Torren III yang dibangun pada tahun 1875 oleh Belanda. Padahal masih banyak destinasi alam Pulo Aceh yang tiada habisnya untuk diexplore, salah satunya Pantai Pasie Penyie (Pantai Penyu).

Pantai Pasie Penyie (Pantai Penyu) terletak di Gampong Seurapong Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Pantai ini tersembunyi dibalik perbukitan Bate Tenggireng, yang tak bisa ditempuh dengan sepeda motor. Jaraknya pun tak jauh dari pemukiman masyarakat, kurang lebih 2 KM.

Menuju pantai penyu harus melawati perbukitan dengan tebing yang tinggi. Perjalanya sedikit extrim dan menguji adrenalin, ini akan meninggalkan kesan yang indah dan sulit dilupakan bagi siapa saja yang datang kesana.

Disepanjang jalan akan didapati rerumputan yang panjang berkisar 1 meter. Ditambah lagi bebatuan yang indah di setiap bibir pantai dengan air yang jernih, menembus penglihatan saat gerombolan ikan lagi bersenda gurau. Keindahan alam di sepanjang perjalanan, membuat hasrat tidak tertahan untuk berselfi.

Pantai Penyu nan indah laksana Hawai dengan pepohonan kelapa berbaris rapi dan bebatuan datar membentang disisi kiri kanan, ombak bergemuruh di bibir pantai, suara dedaunan yang indah menandakan alam yang belum terjamah oleh manusia. Burung berkicau diatas pohon, membuat kita betah berada di Pantai Penyu.

Pantai Penyu alamnya cukup komplit untuk bersantai, memancing, snorkling dan daving. Jadi, bagi yang datang kesana jangan lupa mempersiapkan peralat mancing, hammock, snorkling, tenda dan lain sebagainya. Di sana bisa memancing di panjang bebatuan datar memanjang kearah barat.

Di samping itu, di Pantai Penyu juga bisa untuk snorkling dan daving. Di sisi kiri pantai penyu arah barat didapati hamparan karang yang bagus. Tentunya, bagi siapa yg datang pasti tidak bosan-bosan
menikmati keindahan pantai penyu.

Bila lelahnya beratifitas, pasti tidur diatas Hammock menjadi salah satu solusi untuk merebahkan badan dari lelah snorkling dan Diving. Hammock bisa diikat disetiap pepohonan kelapa yang ada di atas perbukitan pantai, posisi yang paling strategis berada pada ujung bukit pantai panyu. Di sana terlihat sunset secara langsung tanpa terhalang oleh pepohonan kelapa lainnya.

Menulis semua keindahan Pantai Penyu, pasti tidak ada habisnya.  Keindahannya yang begitu indah ditambah aktifitas yang komplit membuat wisatawan berlama-lama di sana. Bagi siapa saja yang datang kesana, yang terpenting jangan pernah meninggalkan sampah dan terus menjaga alam di sekitarnya. [•]


Penulis: Sahar | Editor: Saiful Haris

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pariwisata

Wisatawan asing ke Sabang meningkat 98 persen

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | SABANG – Imigrasi Sabang, Provinsi Aceh mencatat kunjungan wisatawan asing dari berbagai negara di Asia, Eropa hingga Afrika ke Pulau Weh (Sabang) meningkat hingga 98 persen pada 2018 dibandingkan tahun lalu.

“Kunjungan wisatawan asing ke Sabang meningkat tajam, tahun 2017 kunjungannya 3.387 orang dan pada tahun 2018 kunjungannya 6.691 orang,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sabang, Anton Helistiawan di Sabang, Selasa.

Ia menjelaskan wisatawan asing yang berkunjung ke Sabang berasal dari Asia, Eropa hingga Afrika. Mereka melakukan kunjungan wisata ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan kapal pesiar, kapal layar, dan bahkan ada yang menggunakan pesawat pribadi.

“Jadi pada tahun 2018, kunjungan wisata asing dari pelabuhan laut Sabang 6.691 orang ditambah pesawat pribadi dari Kuala Lumpur dan langsung mendarat di Bandara Maimun Saleh Salang 21 orang,” sebut Anton.

Sepanjang tahun 2018 Pulau Weh atau lebih dikenal Sabang, kedatangan ?lima kapal pesiar, 77 kapal yatch, empat kapal perang dan kapal militer serta kapal penumpang masing-masing satu armada.

“Kedatangan kapal pesiar tentu memberikan dampak positif bagi ekonomi pelaku usaha industri pariwisata di Sabang karena mereka turun dari atas kapal lalu menggunakan jasa angkutan umum seperti becak dan mobil. Mereka juga berbelanja sovenir di Sabang,” ujar dia.

Kepala Unit Kepelabuhanan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS) Zulkarnaini Abdullah membenarkan, sepanjang tahun 2018 Kota Sabang kedatangan lima kapal pesiar, dan 77 kapal layar.

“Syukur Alhamdulillah kunjungan kapal pesiar dan kapal yacht terus meningkat ke Sabang. Tahun ini ada lima kapal pesiar ditambah kapal layar (yacht) 77 armada,” kata dia.

Pihaknya mengaku akan terus melakukan promosi industri wisata bahari kepada komunitas kapal pesiar dimancanegara serta komunitas kapal layar agar kunjungan wisatawan asing terus meningkat berkunjung ke palau terlaur paling barat Indonesia.

Wisatawan domestik maupun internasional ketika berlibur ke Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) kerap kali melakukan aktifitas wisata penyelaman di atas permukaan laut (snorkling) di kawasan Pulau Rubiah serta menyelam di kedalaman 15 hingga 60 meter.

Para wisatawan juga bisa menikmati hamparan pantai pasir putih “Iboih dan Sumur Tiga” yang menghadap langsung ke laut lepas Samudera Hindia dan Selat Malaka.

Selanjutnya monumen nasional Tugu Kilometer Nol Indonesia serta destinasi wisata heritagge lainnya seperti Benteng-Benteng Jepang.


Sumber : Antara

Continue Reading

Pariwisata

Festival Kopi Banda Aceh Habiskan Anggaran Rp 400 Juta

Published

on

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman menyaring kopi usai membuka acara Banda Aceh Coffee Festival 2018, di Taman Sari, Banda Aceh, Sabtu (15/12/2018) sore. Foto: AJNN.Net/Fauzul Husni

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Kota Banda Aceh kembali menggelar Festival Kopi. Kegiatan yang sudah menjadi agenda tahunan itu bertujuan untuk mempromosikan kopi sehingga bisa mendatangkan wisatawan. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu, menyuguhkan beragam kopi dari berbagai kedai kopi di Aceh.

Kegiatan itu resmi dibuka oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Sabtu (15/12/2018) kemarin, di Taman Sari. Event Banda Aceh Coffee Festival 2018 itu berlangsung sampai Senin, (17/12/2018). Aminullah Usman membuka kegiatan itu dengan menabuh rapai bersama Wakil Wali Kota Banda Aceh, Kapolresta Banda Aceh, Kadis Pariwisata Banda Aceh, dan Istri Gubernur Aceh nonaktif, Darwarti A Gani.

Kepala Dinas Pariwisata Banda Aceh, M Rizha, mengatakan kegiatan tersebut akan terus menerus digelar dengan tujuan untuk mempromosikan kopi Aceh. Dalam kegiatan itu juga ada edukasi terhadap pelaku kopi bagaimana memberikan pelayanan yang baik kepada setia tamu dan pelanggan.

“Dengan kegiatan seperti ini, wisatawan akan mengenal bagaimana enaknya kopi di Aceh,” kata M Rizha, dilansir dari AJNN.net, Minggu (16/12/2018).

Ia mengungkapkan kegiatan tersebut menghabiskan anggaran lebih kurang mencapai Rp 400 juta. Anggaran tersebut hampir setiap tahun dianggarkan untuk kegiatan festival kopi ini.

“Dan setiap tahun memang ada anggaran khusus untuk kegiatan ini, kami ingin terus menerus mempromosikan kopi Aceh,” katanya.

Diketahui penulusuran di LPSE Banda Aceh untuk mencari paket Banda Aceh Coffee Festival 2018, yang anggaranya berada di bawah Dinas Pariwisata Banda Aceh. Namun nama paket yang dimaksud belum muncul di LPSE, yang muncul adalah paket kegiatan Banda Aceh Coffee Festival 2017 dengan anggaran mencapai Rp 450 juta, dan dimenangkan oleh CV Dunia Berkat Sejahtera.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman dalam sambutannya bertekad untuk membawa kopi Aceh naik level, dari ikon nasional menjadi ikon dunia.

“Mari bersama kita promosikan kopi Aceh sebagai salah satu kopi ternikmat di dunia baik dari sisi aroma maupun cita rasanya. Kopi Aceh harus bisa naik level, dari ikon nasional menjadi ikon dunia,” kata Aminullah.

Di awal sambutan, wali kota menceritakan sekilas mengenai sejarah kopi hingga masuk dan menjadi komoditi andalan Aceh.

“Asal mulanya kopi dari kawasan Ethopia pada abad ke-9. Lalu terus berkembang hingga ke Arab dan Afrika Utara. Dari sana baru masuk ke Asia dan Eropa. Ke Indonesia sendiri tepatnya di Batavia, kopi dikenal sekitar tahun 1696. Baru kemudian masuk ke Aceh pada 1908 dan dikembangkan di daerah Gayo dengan jenis kopi Arabika. Selanjutnya jenis Robusta ditanam di daerah pesisir atau dataran yang lebih rendah. Jadi, kenikmatan cita rasa kopi ini sudah dikenal sejak berabad-abad lampau,” ungkapnya.

Menurut Aminullah, kopi kini telah menjelma menjadi sumber ekonomi rakyat yang menjanjikan.

“Dengan kopi kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan mulai dari kemiskinan hingga pengangguran. Banda Aceh terkenal dengan sebutan Kota 1001 Warkop dan jika satu warkop saja memperkerjakan 10 orang, maka sudah 10 ribu tenaga kerja yang terserap. Kebun kopi terluas boleh ada di wilayah tengah dan barat Aceh, tapi warga Banda Aceh harus bisa kaya dengan kopi karena pusat industri kopi; perdagangan, pemasaran, dan promosinya ada di Banda Aceh,” kata Aminullah.

Selain itu, ia juga menambahkan, Banda Aceh juga baru saja dinobatkan sebagai Pesona Wisata Halal Terpopuler di Indonesia.

“Ini tentu menambah nilai tawar Banda Aceh di bidang pariwisata. Jadi selain banyak aktivitas keagamaan, objek wisata islami, kuliner halal, lalu ada kopi lagi yang akan semakin menarik minat wisatawan untuk datang ke kota kita,” jelasnya.

Aminullah juga meminta pengusaha hotel untuk ikut mempromosikan Kopi Aceh kepada setiap tamunya.

“Bukan hanya kopi, tapi juga promosikan produk-produk para perajin kita. Tugas saya untuk mendatangkan tamu sebanyak-banykanya agar hotel penuh semua,” ujarnya.

Wali kota meyakini, semakin banyak wisatawan yang berkunjung maka akan semakin meningkat perekonomian suatu daerah.

“Tahun ini kita targetkan 500 ribu kunjungan wisatawan dari sebelumnya 300-an ribu. Dan tahun depan harus bisa mencapai angka satu juta. Untuk itu, saya mengajak seluruh warga kota untuk memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu atau wisatawan yang datang ke Banda Aceh. Kebersihan kota juga mari kita jaga bersama karena menjadi faktor penting untuk semakin menarik minat wisatawan,” katanya. [•]


Sumber: AJNN.net | Editor: Saiful Haris

Continue Reading

Pariwisata

Hotel Renggali Dalam Balutan Jubah Grand Arabia

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | TAKENGON — Kabar menggembirakan di sektor pariwisata datang dari kota dingin Takengon, Aceh Tengah. Tidak lama lagi, kota penghasil kopi terbesar di Asia dan termasyhur di dunia ini bakal memiliki hotel bintang empat pertama di Dataran Tinggi Gayo; namanya Grand Renggali.

Hotel Renggali yang sempat “hidup segan mati tak mau” sejak didera konflik Aceh itu sedang dipoles menjadi hotel refresentatif berkelas wah tapi dengan harga sangat terjangkau. Fasilitas kamar yang disediakan juga dilengkapi interior dan eksterior bernuansa artistik mulai dari kelas superior, deluxe, junior suite hingga presiden suite.

Hotel usang yang dibangun pada 1985 dan sempat menikmati puncak kejayaannya pada era 1990-an ini diakuisisi manajemennya oleh PT Grand Arabia sejak April 2018. Pengelolaan Hotel Grand Renggali di bawah bendera PT Renggali Aceh Hotel digawangi Direktur Utama Sayid Harris Firza dan Komisaris Sopian Adami.

Untuk memenuhi standar kebutuhan dan kenyamanan tamu hotel, pihak manajemen Grand Arabia mengubah tampilan wajah Hotel Renggali lama menjadi bergaya arsitektur jazirah Arab. Ada 100 kamar dengan ragam kelas yang diubah menjadi ruang-ruang instiharat nyaman, teduh, dan penuh interpretasi.

Sedangkan view andalan di bagian belakang hotel tetap mempertahankan keindahan, keasrian, dan kemegahan Danau Laut Tawar. Pengunjung hotel tetap bisa langsung mengakses taman dari bilik jendela kamar sambil memelototi keteduhan air Danau Laut Tawar yang melegenda itu.

Taman yang dirancang apik di bagian depan dan belakang Hotel Grand Renggali nantinya bakal menjadi ladang baru bagi penikmat foto selfie. Apakah itu dengan keluarga, teman, kerabat, atau orang-orang istimewa yang perlu dibingkai dalam foto kenangan.

Renovasi besar-besaran Hotel Renggali ini sudah berjalan 60 persen dan menelan anggaran sekitar Rp70 miliar lebih. “Kita join dengan Pak Sopian Adami. Sahamnya 60 persen Grand Arabia dan sisanya 40 persen Pak Sopian Adami,” kata Direktur Utama PT Renggali Aceh Hotel Sayid Harris Firza, melalui siaran persnya, Jumat (14/12/2018).

Sophian Adami adalah seorang pengacara senior asal kota “petro dollar” Lhokseumawe, Aceh, yang kini sukses menggeluti bisnis dan dunia usaha. “Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Aceh Tengah yang telah memberikan kemudahan dalam segala kepengurusan izin dan kelengkapan lainnya,” kata Sopian Adami.

Sopian yakin hotel ini kelak akan meramaikan bisnis di sektor kepariwisataan Aceh, khususnya Aceh Tengah. Apalagi manajemen berencana akan merekrut dan melatih banyak putra daerah untuk dijadikan tenaga handal di Hotel Grand Renggali. “Insya Allah kehadiran Hotel Grand Renggali bisa menopang PAD [pendapatan asli daerah] Aceh Tengah,” jelas Sopian Adami.

Memang, kehadiran hotel refresentatif dan berkelas internasional di Negeri di Atas Awan Takengon sudah ditunggu kemunculannya oleh para penggila wisata dari segala pelosok bumi. Jika rampung 100 persen, maka para pelancong-pelancong duniapun dipastikan bangga melihat khazanah baru Hotel Renggali yang kini berjubah Grand Arabia Hotel; penuh inspirasi, artistik dan bernuansa Islami. [•]


Sumber: AJNN | Editor: Arahas Moeda

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending