Connect with us

Daerah

Raqan Baitul Mal Aceh Mengatur Harta Agama Supaya Lebih Tertib

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Rancangan Qanun tentang Baitul Mal Aceh di Gedung DPRA, Banda Aceh, Rabu (31/10/2018).

Rancangan Qanun tentang Baitul Mal Aceh banyak mendapat kritikan dari sejumlah undangan yang hadir pada RDPU itu.

Perwakilan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Syamsul Bahri mengatakan, zakat Baitul Mal jangan dimasukkan dalam kas Pendapat Asli Daerah (PAD) Aceh.

“Sangat bertolak belakang dengan unsur syariat Islam, dikarenakan zakat dimasukkan dalam PAD,” katanya.

Dia juga menyampaikan, dalam syariat Islam zakat per tahun, di akhir bulan 30 Desember sudah habis dibagi. Kemudian, menyangkut dengan zakat jelasnya, harus diletakkan kepada kas khusus, jangan dimasukan dalam PAD. Karena harta yang diberikan, segera disalurkan kepada penerima zakat.

Sementara itu, Kepala Baitul Mal Kota Banda Aceh, Safwani Zainun, juga menyampaikan kritik serupa. Katanya, persoalan zakat selalu ada tumpang tindih pelaksanaannya pada sekretariat yang mencatat, dan belum menambahkan kepada pihak mana akan disalurkan zakat tersebut, ketika revisi terjadi persoalan.

Ketua Komisi VII DPR Aceh, Ghufran Zainal Abidin ketika ditemui mengaku, sebenarnya Qanun tersebut sudah pernah dibuat yaitu Undang-Undang nomor 10 tahun 2007.

“Qanun itu sudah ada, sedang kita evaluasi kembali. Makanya kami melakukan RDPU. Dari sejumlah kritikan yang sudah ada, maka akan kita perbaiki kembali dan konsultasi lagi dengan Kementerian Agama,” jelasnya.

Diketahui, Komisi VII DPR Aceh hampir merampungkan pembahasan Rancangan qanun Aceh tentang Baitul Mal.

Ada banyak perubahan dalam qanun yang baru tersebut, misalnya, kedepan organisasi Baitul Mal akan dipimpin oleh Komisioner yang berjumlah lima orang, yang terdiri dari satu ketua dan empat anggota.

Hal yang sama juga berlaku bagi Baitul Mal di kabupaten/kota, sementara Baitul Mal Gampong secara ex-officio akan dijabat oleh Imuem gampong.

Ustadz Ghufran panggilan akrabnya, mengakui masih ada perdebatan soal penataan kembali organisasi Baitul Mal Aceh, dan Baitul Mal kabupaten/kota di Aceh ini, namun lanjutnya, penetapan itu sudah melalui pengkajian para pakar yang dilibatkan dalam penyusunan qanun.

“Misalnya perubahan tentang pimpinan, kalau saat ini kepalanya satu orang, maka kita sepakat menjadi komisioner, walaupun tadi banyak juga masukan dari daerah yang tidak sepakat, tapi ini sudah dipikirkan plus minusnya, karena dianggap kepemimpinan komisioner ini jauh lebih kuat,” lanjutnya.

Ustadz Ghufran mengaku qanun Baitul Mal yang dibahas tersebut bukan revisi dari qanun Nomor 10 Tahun 2007, akan tetapi qanun baru dikarenakan perubahannya melebihi 50 persen dari isi qanun.

Dirinya menegaskan, semangat dari pembahasan qanun tersebut adalah untuk mengatur harta agama supaya lebih tertib.

“Sebelumnya memang direncanakan revisi dari qanun nomor 10 Tahun 2007, tapi karena revisi lebih dari 50 persen, itu bukan revisi lagi tapi sudah jadi qanun baru, dan kita sepakat memasukkan wakaf didalamnya,” terangnya.

Komisi Baitul Mal yang dibentuk mempunyai tugas membentuk peraturan dan menyusun serta merumuskan kebijakan pengelolaan zakat, infak, wakaf, harta keagamaan lainnya dan pengawasan perwalian.

Komisi Baitul Mal ini nantinya akan direkrut oleh Tim Independen yang dibentuk oleh Gubernur Aceh untuk melakukan penjaringan dan penyaringan calon anggota komisi Baitul Mal.

Kemudian hasil dari penyaringan dan penjaringan oleh Tim Independen sebanyak delapan orang calon diserahkan ke DPRA untuk dilakukan uji kepatutan dan kelayakan.

“Dan DPR Aceh menetapkan lima orang komisioner, dan tiga orang sebagai cadangan anggota Komisi Baitul Mal,” demikian pungkasnya. [•]

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Pembangunan Saluran Irigasi Lhok Guci Rugikan Warga

Published

on

By

Jalan akses menuju kebun warga yang tidak bisa lagi dilalui kendaraan warga.

KLIKSATU.CO.ID | MEULABOH – Pekerjaan pembangunan salah satu aliran saluran irigasi Lhok Guci yang terletak di Desa Alu Lhok, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat dikeluhkan warga. lantaran sebanyak 70 hektare kebun warga digenangi air sehingga menyebabkan gagal panen.

Sekretaris Desa (Sekdes) Alue Lhok, Husaini mengatakan, pengalian tanah untuk pembuatan saluran baru malah menutup aliran parit lama di lahan perkebunan warga, sehingga lahan milik masyarakat terdiri atas berbagai tanaman terendam air saat musim penghujan.

“Bukan hanya itu, pengerjaan proyek saluran irigasi lhok guci di tempat kami juga menutup akses jalan menuju perkebunan, sehingga ada petani sawit sangat sulit mengeluarkan hasil panen dari kebunnya,” kata Husaini kepada wartawan, Rabu (14/11/2018).

Pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat itu, masuk dalam proyek strategis nasional melalui penetapan Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 15 Juni 2017

Saluran irigasi Lhok Guci mencakupi tujuh dari 12 kecamatan Aceh Barat, total luasan area cakupan jaringan irigasi Lhok Guci saat di review menjadi 12.700 hektare, yang sedang dikerjakan untuk saluran sekitar 229 Km dan untuk luas bangunan 371 Km.

Kondisi demikian, kata Husaini, sudah berlangsung selama setahun, bahkan seluas 2 hektare tanaman cabai dan 2 hektare Kacang Tanah milik warganya gagal panen akibat tergenangi air sebab saluran lama yang ditutup pengerjaan proyek.

Pihaknya juga sudah pernah membicarakan hal tersebut dengan rekanan yang mengerjakan pembangunan irigasi Lhok Guci, namun diabaikan dan tidak digubris oleh pihak perusahaan.

“Sudah setahun lah kita seperti ini, bawa hasil panen susah, mau ke kebun susah karena pembangunan saluran irigasi ini, kita sampaikan ke pihak perusahaan yang kerja malah diabaikan begitu saja tanpa tindak lanjut,” jelasnya.

“Bahkan konpensasi terhadap yang gagal panen karena pekerjaan itu tidak ada, jadi warga mengadu terus pada saya dan kepala desa,”

Padahal, masyarakat hanya meminta pihak rekanan yang membangun saluran irigasi tersebut untuk menimbun jalan menuju kebun warga. Lantaran jalan itu rusak dan berlumpur sebab dilalui oleh alat berat milik mereka.

“Kalau dalam waktu dekat ini tidak diindahkan, masyarakat akan musyawarah kembali dan kami akan menghentikan pekerjaan secara paksa,” tuturnya. ()

Continue Reading

Daerah

TMMD ke 103 Kodim 0105 Aceh Barat Ditutup

Published

on

By

KKIKSATU.CO.ID | MEULABOH – Komandan Lanal Sabang, Kolonel Laut. Edi Harianto,SE, resmi menutup program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 103 Kodim 0105/ Aceh Barat di Desa Antong, Kecamatan Panton Rhe.

Saat penutupan berbagi kegiatan ditampilkan guna menghibur masyarakat pelosok untuk terakhir kalinya. Upacara penutupan berlangsung di Lapangan Bola Kaki Desa Ujung Raja, Kecamatan Panton Rhe.

Danlanal Sabang, Kolonel Laut. Edi Harianto mengatakan, satu bulan sejak kegiatan TMMD ke-103 ini secara resmi dibuka pada 15 oktober 2018 yang lalu, para prajurit TNI, anggota kepolisian, aparat Pemda, serta segenap komponen masyarakat telah bekerja keras, guna mencapai sasaran pembangunan, baik fisik maupun non-fisik, yang mencakup 50 desa sasaran di 50 kabupaten/kota di seluruh indonesia.

“Di setiap kegiatan TMMD ini, kita dapat menyaksikan semangat kebersamaan serta gotong royong yang terpancardi setiap wajah sekaligus cucuran keringat masyarakat dan aparat yang bersama-sama bekerja di lapangan,” ujarnya, Selasa (13/11/2018)

Hal ini, kata dia, menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen bangsa, yang memiliki visi, misi, dan tujuan bersama guna mengatasi berbagai persoalan pembangunan serta problematika kesejahteraan masyarakat.

Dikatakannya, guna mencapai pembangunan yang berkelanjutan, TNI bekerjasama dengan kementerian Dalam Negeri juga telah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada aparat-aparat desa, dengan harapan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola Dana Desa.

“Semua jtu menjadi bagian dari pembangunan non-fisik, yang juga diwujudkan melalui penyuluhan kesehatan, metode bertani dan beternak modern, serta sosialisasi hukum, bahaya narkoba, maupun kesadaran Bela Negara,” tandasnya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk merawat hasil dari program TMMD ke 103 tersebut, sehingga daerah sekitar terus berkembang menjadi desa pesat untuk kedepannya.

Usai pelaksanaan upacara penutupan, masyarakat dan para hadirin dihibur Atraksi Yongmodo dan tampilan tari saman Aceh.

Dansatgas TMMD Letkol Kav. Nurul Diyanto mengatakan” Untuk kegiatan Penutupan TMMD kita akan menggelar atraksi beladiri Yongmodoo,  Bazarmurah,  Pengobatan gratis, Tarian Daerah Aceh, pada saat selesai upacara bertujuan untuk menghibur masyarakat,” Ujarnya.()

Continue Reading

Daerah

Korek Sosialisasi Gerakan Literasi Untuk Pelajar

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Sejumlah mahasiswa, pemuda dan pelajar yang tergabung dalam komunitas relawan kreatif (Korek) Langsa mengadakan sosialisasi gerakan Literasi kepada anak-anak di Gampong Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Minggu (11/11/2018).

Program ini di gagas Korek Langsa dengan tema ‘Membangun Budaya Literasi Sejak Dini’.

Dalam sosialisasi tersebut Korek bersama dengan Pelajar Islam Indonesia (PII) di dampingi oleh sejumlah mahasiswa kampus Institut Agama Islam Indonesia (IAIN) Langsa yang melaksanakan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Gampong setempat.

Ketua Korek, Arif Rahmadan mengatakan, kegiatan Sosialisasi Gerakan Literasi merupakan kegiatan mingguan dan berkelanjutan.

“Insyaallah kita mengadakan kegiatan Sosialisasi ini secara rutin, dengan mengunjungi sarana pendidikan, seperti halnya sekolah, TPA. gerakan ini kita fokuskan ke tempat-tempat pedalaman,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, Komunitas Relawan Kreatif terus berupaya melahirkan generasi sukarelawan untuk melakukan gerakan Literasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Hal ini serupa dengan program pemerintah Aceh dalam mewujudkan ‘Aceh Carong’.

Kemudian di sampaikan lagi ketua Korek, Kehadiran Komunitasnya di sambut baik oleh Geuchik Gampong setempat.

“Kehadiran kita di sambut baik oleh Geuchik Gampong Kebun Ireng, dalam melakukan sosialisasi ini, terlebih terlihat antusias dari warganya,” ujarnya lagi.

Dalam sosialisasi tersebut korek membagi dua ruang kelas yang ada di TPA Gampong setempat, sementara mentor dalam sosialisasi tersebut di lakukan oleh Tim komunitas.

Adapun Tim komunitas yang melakukan sosialisasi yakni, Arif Rahmadan, Bustami Adoe, Teuku Abit, Irwansyah, Fitri Yana, Mawadah Ulya dan Nisa.

Sementara itu Irwansyah menambahkan, dalam sosialisasi gerakan Literasi ini kita kemas dalam sebuah kegiatan, belajar sambil bermain.

“Sosialisasi ini kita fokuskan kepada anak-anak agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui semangat membaca dan menulis, sehingga pendidikan anak-anak Aceh semakin meningkat,” katanya.

Selanjutnya ia mengatakan, ‘Membaca Jembatan Ilmu’, dengan membaca kita dapat meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, kemudian dengan menulis kita dapat merekam akan apa yang kita pelajari.

“Seperti kata imam Al Ghazali, ‘Jika kamu bukan anak seorang raja atau anak ulama besar maka jadilah penulis’, meskipun kita bukan siapa-siapa jika ingin di kenal dunia maka jadilah penulis,” katanya.

Dengan demikian, tambahnya, membaca, menulis dan memahami informasi menjadi kebutuhan setiap orang, maka dari itulah perlu adanya penanaman pemahaman pentingnya Literasi kepada anak-anak, dalam artian penerapan literasi harus di mulai sejak dini. [.]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending