Connect with us

Entertainment

Sambut Peringatan Sumpah Pemuda, Tokoh Muda Ini Gelar Lomba Foto Instagram

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH — Dalam rangka menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2018, komunitas Aceh Volunteer Sosial Media bekerjasama dengan @aceh_project menggelar lomba foto instagram, dengan tema (Pemuda Hebat, Pejuang Harapan Rakyat Aceh) & Pameran Ekonomi Kreatif.

Ketua Pembina Aceh Volunteer Sosial Media, Aditya mengatakan, adapun foto-foto peserta nantinya juga akan ditayangkan di beberapa website media online lokal di Aceh. Agar publik luas mengetahui tentang pesan yang disampaikan pada foto-foto nantinya.

“Jadi yang kita tekankan di lomba tersebut adalah, bagaimana para pecinta foto dapat memberikan aspirasinya melalui foto terkait Sumpah Pemuda, dan tentunya dengan tema yang kita usung adalah Pemuda Hebat, Pejuang Harapan Rakyat Aceh,” kata Aditya (15/10/2018).

Selain itu, peserta tidak hanya mengirim foto saja, tetapi juga harus menuliskan cerita singkat tentang caption fotonya.

“Kita juga menyerahkan sepenuhnya kegiatan ini kepada komunitas foto di sosial media Instagram @aceh_project, jadi sepenuhnya keputusan mutlak ada ditangan Aceh Project, mengingat mereka merupakan salah satu komunitas foto yang sudah tidak asing lagi di Aceh, bahkan nasional,” terangnya.

Lanjutnya, kegiatan ini didukung penuh oleh Calon Anggota DPD RI asal pemilihan Aceh, H. Anwar Ahmad, SE. Ak, dan Anggota DPRKAceh Besar Muchlis Zulkifli, ST yang juga pada Pemilu 2019 mendatang maju sebagai Caleg DPR Aceh Dapil 1.

“Seperti kita ketahui bersama, berbicara anak muda dan komunitas, dua sosok tersebut Anwar Ahmad dan Muchlis Zulkifli tidak diragukan lagi. Mereka merupakan sosok yang sangat peduli dalam hal menampung aspirasi anak muda dan Komunitas,” ungkap Aditya yang juga merupakan Professional Magician Aceh ini.

Adapun untuk dilomba foto instagram ini, panitia menyiapkan hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah, ditambah merchandise, trophy dan piagam penghargaan untuk para pemenang dengan foto terbaiknya.

Serta kepada seluruh peserta juga disediakan piagam penghargaan dan masih banyak hadiah-hadiah menarik lainnya.

Sementara itu Ade selaku Ketua @aceh_project kepada media mengatakan, sangat mengapresiasi Aceh Volunteer Media yang telah mempercayakan kegiatan lomba tersebut kepada @aceh_project.

“Alhamdulillah Aceh Volunteer Sosial Media mempercayakan kegiatan ini sepenuhnya kepada kami @aceh_project, sebagai salah satu wadah media yang bergerak dibidang foto, tentunya kami akan mengedepankan professional dan siap menyukseskan lomba ini,” kata Ade.

“Dan terimakasih juga kepada Bang Anwar Ahmad dan Bang Muchlis Zulkifli yang sudah sepenuhnya mendukung kegiatan ini,” tambahnya lagi.

Ade berharap kepada Aceh Volunteer Sosial Media, khususnya kepada Anwar Ahmad dan Muchlis Zulkifli, semoga ini bukan acara yang pertama dan terakhir, tapi bisa diselenggarakan pada setiap momentum hari-hari besar lainnya.

“Banyak para pecinta foto di Aceh yang aktif bersosialita di Instagram, tentunya kita sangat mengharapkan
Bang Anwar dan Bang Muchlis bisa aktif membuat kegiatan seperti ini, karena sangat jarang ada kegiatan lomba foto di Aceh, dan juga kami dari @aceh_project selalu siap mendukung apabila dipercayakan lagi sebagai penyelenggaranya,” pungkasnya.

Nah bagi anda yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, yuk langsung kunjungi Instagram @aceh_project dibawah ini:

https://www.instagram.com/p/Bo6lziAgrLk/?utm_source=ig_share_sheet&igshid=uqqgwh2hshfa

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pariwisata

Pesona Pantai Penyu Pulo Aceh

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Siapa yang tidak mengenal dengan Pulo Aceh, salah satu pulau yang terletak di Ujung Barat Indonesia. Keindahannya laksana syurga Firdaus yang dapat memanjakan mata, tak jemu-jemu menikmati keindahan alam di sekeliling Pulo Aceh. Bagi siapa saja yang datang kesana, pasti akan terpikat dan terpana hingga tidak bisa move on yang akhirnya pengen balikan lagi.

Orang-orang yang mendengar sebutan Pulo Aceh, pasti akan teringat dengan sebuah Menara Mercusuar William Torren III yang dibangun pada tahun 1875 oleh Belanda. Padahal masih banyak destinasi alam Pulo Aceh yang tiada habisnya untuk diexplore, salah satunya Pantai Pasie Penyie (Pantai Penyu).

Pantai Pasie Penyie (Pantai Penyu) terletak di Gampong Seurapong Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Pantai ini tersembunyi dibalik perbukitan Bate Tenggireng, yang tak bisa ditempuh dengan sepeda motor. Jaraknya pun tak jauh dari pemukiman masyarakat, kurang lebih 2 KM.

Menuju pantai penyu harus melawati perbukitan dengan tebing yang tinggi. Perjalanya sedikit extrim dan menguji adrenalin, ini akan meninggalkan kesan yang indah dan sulit dilupakan bagi siapa saja yang datang kesana.

Disepanjang jalan akan didapati rerumputan yang panjang berkisar 1 meter. Ditambah lagi bebatuan yang indah di setiap bibir pantai dengan air yang jernih, menembus penglihatan saat gerombolan ikan lagi bersenda gurau. Keindahan alam di sepanjang perjalanan, membuat hasrat tidak tertahan untuk berselfi.

Pantai Penyu nan indah laksana Hawai dengan pepohonan kelapa berbaris rapi dan bebatuan datar membentang disisi kiri kanan, ombak bergemuruh di bibir pantai, suara dedaunan yang indah menandakan alam yang belum terjamah oleh manusia. Burung berkicau diatas pohon, membuat kita betah berada di Pantai Penyu.

Pantai Penyu alamnya cukup komplit untuk bersantai, memancing, snorkling dan daving. Jadi, bagi yang datang kesana jangan lupa mempersiapkan peralat mancing, hammock, snorkling, tenda dan lain sebagainya. Di sana bisa memancing di panjang bebatuan datar memanjang kearah barat.

Di samping itu, di Pantai Penyu juga bisa untuk snorkling dan daving. Di sisi kiri pantai penyu arah barat didapati hamparan karang yang bagus. Tentunya, bagi siapa yg datang pasti tidak bosan-bosan
menikmati keindahan pantai penyu.

Bila lelahnya beratifitas, pasti tidur diatas Hammock menjadi salah satu solusi untuk merebahkan badan dari lelah snorkling dan Diving. Hammock bisa diikat disetiap pepohonan kelapa yang ada di atas perbukitan pantai, posisi yang paling strategis berada pada ujung bukit pantai panyu. Di sana terlihat sunset secara langsung tanpa terhalang oleh pepohonan kelapa lainnya.

Menulis semua keindahan Pantai Penyu, pasti tidak ada habisnya.  Keindahannya yang begitu indah ditambah aktifitas yang komplit membuat wisatawan berlama-lama di sana. Bagi siapa saja yang datang kesana, yang terpenting jangan pernah meninggalkan sampah dan terus menjaga alam di sekitarnya. [•]


Penulis: Sahar | Editor: Saiful Haris

Continue Reading

Entertainment

Kisah Putera Samahani Menjadi Pengusaha Sukses

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | ACEH BESAR — Menjadi pengusaha tidak semudah membalik telapak tangan, banyak tantangan dan rintangan yang menghampiri. Untung dan rugi menjadi makanan sehari-hari seperti yang pernah dialami oleh Putera Samahani, Ridwansyah.

Ridwansyah tinggal di Gampong Leupung Riwat, Samahani, Kuta Malaka, Aceh Besar. Ia menceritakan kisahnya kepada Wartawan Kliksatu.co.id di Batoh Banda Aceh, (05/11/018). Dirinya memulai usaha sejak kuliah. Saat itu, ia membuka usaha dibidang Playstation (PS) sambil bekerja dengan pamannya di Apotik. Keuntungan dari hasil usahanya tersebut cukup untuk membiaya kuliah dan keperluannya sehari-hari tanpa meminta kepada orang tua.

Putera dari Nurdin Yahya dan Fauziah menambahkan, dirinya sudah beberapa kali gagal dalam usaha, namun tidak pernah menyerah untuk mencoba dari satu usaha ke usaha yang lain. Adapun usaha yang pernah ia geluti antara lain PlayStation, Warung Nasi, Loundri, Agen Mobil, Ponsel dan terakhir Apotik.

Berbekal pengalaman bekerja dengan paman selama beberapa tahun di Apotik, terakhir dirinya mencoba usaha dibidang Apotik. Usaha Apotik menjadi usaha fokusnya saat ini. Adapun keuntungan bersih Apotik mencapai 20 juta hingga 30 juta setiap bulan. Dari hasil keuntungan tersebut, ia mampu membiaya kuliah S2 nya di Jurusan Kenotariatan, serta mampu membeli rumah, toko dan mobil.

Di usianya yang masih muda 36 tahun, ia mampu membeli keperluannya tanpa harus menjadi Pegawai Negeri. Katanya, menjadi pengusaha sukses itu harus mencoba dan mencoba, hingga menemukan satu usaha yang berhasil dan fokus pada usaha tersebut. [•]


Wartawan: Sahar | Editor: Saiful Haris

Continue Reading

Human Interest

Keluarga Korban Pesawat Jatuh: Jangan Anggap Murah Nyawa Penumpang

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | JAKARTA — Sehari usai jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta menuju Pangkal Pinang di Perairan Tanjung Karawang, Pendiri dan CEO Lion Air Group Rusdi Kirana menjanjikan memberi biaya hidup selama di Jakarta dan dana penguburan jenazah kepada keluarga korban.

“Kami berusaha mulai besok memberikan uang Rp5 juta untuk biaya hidup mereka di sini. Kalau ada jenazah yang ketemu, kami akan kasih uang Rp25 juta untuk penguburan. Ini semua di luar klaim asuransi, di luar klaim Jasa Raharja, di luar klaim asuransi kami,” kata Rusdi, di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018) beberapa waktu lalu.

Duta Besar RI untuk Malaysia itu mengaku, pemberian dana itu sebagai usaha terbaik yang bisa ia lakukan, meski belum tentu cukup untuk meringankan keluarga korban.

Namun hingga kini, Lion Air belum menghitung biaya ganti rugi untuk korban. Direktur Umum Lion Air Edward Sirait menegaskan saat ini pihaknya masih fokus pada pencarian korban dan bangkai pesawat.

“Ya kami bicara itu (proses pencarian) dulu. Sekarang ini enggak kepikir apa-apa, kepikir nyari pesawatnya,” kata Edward saat dihubungi wartawan Kliksatu.co.id.

Terkait kompensasi, Edward hanya bisa mengatakan, Lion Air akan mengacu ke Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub). Sedangkan dalam Pasal 3 huruf a Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 (PDF), diatur mengenai ganti kerugian terhadap penumpang yang meninggal akibat kecelakaan ialah sebesar, Rp1.250.000.000 per penumpang.

Selain kompensasi dari pihak maskapai, Pelaksana Administrasi Jasa Raharja Ajie Syarif mengaku, pihaknya siap memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga korban yang berhak menerima santunan. Santunan itu akan diserahkan jika telah dipastikan penumpang Lion Air JT-610 tersebut meninggal dunia.

“Buat santunan. Satu orang Rp50 juta. Seluruhnya dapat,” kata Ajie.

Hingga kemarin siang, Ajie memperkirakan sudah 110 keluarga korban yang menyerahkan data diri. Jumlah tersebut diperkirakan bertambah karena belum semua keluarga korban terdata.

Nantinya, PT Jasa Raharja memberikan santunan melalui RS Polri, sebagai pihak yang memastikan korban telah meninggal dunia.

Namun apakah rentetan uang pengganti nyawa yang hilang itu bisa menggantikan keberadaan korban yang meninggal? Bagaimana jika berkaca pada korban kecelakaan pesawat yang terjadi sebelumnya?

Kerugian Permanen Keluarga Korban

28 Desember 2014 menjadi hari yang mencemaskan bagi Adityas Warih. Pada hari itu, pesawat yang ditumpangi suaminya, Christophorus Nanang Priyo Widodo jatuh di perairan Selat Karimata.

Pesawat Air Asia dengan nomor penerbangan QZ8501, rute Surabaya menuju Singapura, dinyatakan hilang kontak sekitar pukul 06.17 WIB. Dalam perjalanan tersebut, kapal terbang itu mengangkut 155 penumpang dan 7 kru pesawat.

Kakak Widodo, Lukas J. Pramudiono menceritakan kepada saya, hingga saat ini keluarganya masih menuntut Air Asia memberikan kompensasi. Sebenarnya Air Asia telah menawarkan kompensasi sesuai Permenhub 77/2011, tapi Lukas dan puluhan keluarga korban lainnya tak setuju dengan besaran tersebut, apalagi penyebab kecelakaan itu murni kesalahan dari maskapai.

“Bukan kami enggak mau menghormati ketentuan yang sudah ditentukan pemerintah, tapi yang jadi masalah, alasan dari Air Asia itu maintenance yang dulu statusnya jelas-jelas adalah rudder-nya (bagian pesawat) itu ada bermasalah,” ujar Lukas.

Lukas menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan tim KNKT, telah terjadi kerusakan yang berulang pada bagian rudder sejak November 2014. Seharusnya, maskapai mempertimbangkan untuk meng-grounded pesawat (tak bisa diberangkatkan) karena harus diperbaiki dahulu.

“Sekarang kan pihak keluarga seperti sudah hancur terus kemudian (maskapai) hanya (seperti) nyawa itu enggak ada harganya. Di situ kami tuntut apa perubahan yang harus dilakukan, kalau kayak gini terus, nah ini terbukti, sekarang Lion Air juga kayak gitu,” jelasnya.

Hingga saat ini, Lukas menyesalkan buruknya sistem manajemen transportasi komersial yang ada di Indonesia. Maskapai seolah ragu memberikan garansi bahwa pesawat tak akan jatuh saat terbang. Hal itu, kata Lukas, terbukti dari kacaunya perawatan dan kontrol yang dilakukan pemerintah dan maskapai.

Tak hanya itu saja, Lukas pun meminta pemerintah Indonesia dan maskapai untuk berpikir tentang masa depan dari keluarga korban. Terlebih jika diantara korban ada yang menjadi tulang punggung keluarga, seperti Widodo.

“Orang-orang yang ditinggal seperti adik ipar saya yang ditinggal suaminya, sementara dia harus membesarkan anaknya, sementara dia juga sekarang lagi sakit kanker,” keluhnya.

“Dengan kompensasi yang ditentukan pemerintah Rp1,250 miliar, apa yang bisa kami lakukan dengan itu?” imbuhnya. [•]


Wartawan: Abdullah Kelrey | Editor: Saiful Haris

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending