Connect with us

Sosok

Tidak Tersentuh Bantuan Pemerintah, Kisah Pilu Kakek Penderita Lumpuh di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH UTARA – Seorang kakek renta yang sudah 10 tahun menderita kelumpuhan tinggal bersama istrinya, menempati rumah yang tak layak huni. Sudah berpuluh tahun hidup melarat, sungguh malang nasib keduanya, kemiskinan membawa mereka terus bersama dalam duka.

Kondisi itu dialami oleh Adli Beransyah (71), yang menderita lumpuh dan bersama istrinya Harmi (60), warga Desa Tanjoeng Minje, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Tinggal di sebuah rumah tak layak huni yang berdinding menggunakan anyaman bambu dan papan seadanya, membuat air hujan selalu masuk melalui celah-celah dinding dan atap rumahnya ketika hujan deras. Begitu pula sebaliknya ketika cuaca panas, cahaya matahari menembus melalui lobang-lobang di dinding itu.

Sedangkan atap rumahnya yang dibuat dari daun rumbia, dan beralaskan tanah lembab membuatnya selalu harus menahan rasa kedinginan.

Adapun di ruang tamu yang dijadikankan sebagai dapur, terdapat beberapa peralatan dapur seperti gelas, wajan, dan piring plastik kumuh yang menancap tak beraturan di dinding, sungguh miris melihat perjuangan hidup keduanya.

“Kalau bantuan seperti beras raskin selalu kami dapatkan sebagaimana masyarakat lainnya, saya tidak bisa berbuat banyak untuk menopang hidup. Untuk kebutuhan sehari-hari terkadang saya sering mendapatkan sedekah dari orang alakadar,” tutur Harmi istri Adli, Kamis (20/9/2018).

“Sedangkan suami saya ini tidak bisa beraktivitas karena mengalami lumpuh selama 10 tahun,” tambahnya lagi.

Sementara Adli Beransyah alias tukang Li panggilannya, mengatakan, sudah berpuluh tahun tinggal dirinya tinggal di rumah tak layak huni, hingga saat ini belum ada pemerintah yang membantunya, kecuali beras raskin dan fitrah.

“Saya ini sudah sepuluh tahun menderita lumpuh, tidak pernah pergi berobat dikarenakan tidak ada uang untuk berobat,
dan selama tinggal di rumah seperti ini, tidak ada satupun bantuan yang saya terima, baik dari desa maupun dari pemerintah daerah,” kata tukang Li.

Dengan raut wajah sedih, dirinya berharap agar bisa menempati rumah yang layak suatu saat nanti.

“Walaupun kami tidak punya tanah sendiri, tapi tanah yang sudah saya jual ini, menurut pembelinya, kami bisa tinggal disini selama kami hidup, itu yang saya harapkan. Karena tidak bisa berbuat banyak selain berdoa kepada Allah,” harapnya. [•]


Laporan: Khaini Ahmad

Human Interest

Seorang Pelajar Mualaf Ikuti Pendidikan Karakter PII di Aceh Utara

Published

on

KLIKSATU.CO.ID | ACEH UTARA — Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara gelar pendidikan karakter atau Leadership Basic Training (LBT) pada 23 – 30 Desember 2018, kegiatan tersebut mengusung tema “Membina Pelajar Yang Religius dan berintegritas”. Senin (01/01/2019).

Dalam kegiatan tersebut di ikuti oleh pelajar dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Dayah, uniknya dalam kesempatan Training LBT PII Aceh Utara di ikuti oleh seorang pelajar mualaf asal Nias namanya Habaku, dia sudah lama bekerja di Pekan baru di sebuah perkebunan Sawit, Habaku penasaran dengan Islam itu seperti apa tanya dia pada teman nya muslim itu. Sampailah Allah SWT mengilhaminya masuk Islam menjadi nama nya Muhammad Yusuf.

Sekarang Yusuf sendiri memilih Aceh sebagai tempat mendalami ilmu pengetahuan Islam berada di Dayah Wasliyah yang di pimpin oleh Tgk baka adik (abu Ibrahim Bardan) Gampong Matang Drin Tanah Jambo Aye Aceh Utara.

Pelajar asal Nias, yang sudah lama bekerja di Pekan Baru&masuk Islam di pekan baru tersebut memilih memeluk agama Islam setelah menyakini bahwa Islam agama yang sebenarnya, dan meninggalkan agama Kristen sejak tiga bulan yang lalu. Sampai di Aceh ,Sebulan di Aceh langsung mengikuti Basic training PII Aceh utara Yang di adakan di SMAN 3 Citra Bangsa.

Ketua umum PD PII Aceh utara Rizki Fauzan sangat bersyukur dengan kehadiran Saudara Muslim, kehadiran seorang Mualaf Muhammad Yusuf asal Nias pada basic training kali ini.

“Semoga diberikan kekuatan ilmu pengetahuan dan iman yang kuat dalam Islam serta Istiqomah dalam Perjuangan menuntut islam,dan dijalan PII Yusuf bisa sukses study.sukses Organisasi, sebagai alat Tempat berjuang, Menjadi pribadi muslim,” Ujarnya.

Pada sebelum nya masa ketua Safrizal priode 2016-2017 ada seorang mualaf juga nama Islam nya Abdul Aziz yang sekarang ia melanjutkan Sekolah Menengah atas di MAN 1 Aceh Utara Harapan Rizki semoga PII bisa berkontribusi terhadap bangsa Indonesia.

“Dalam hal hal positif dimanapun dan kapan pun. kami berharap semoga ada uluran para dermawan memberikan sedikit rezekinya untuk mualaf ini M.yusuf karena ia yatim piatu, karena didalam Rizki kita ada rezeki orang lain,” tutup ketua Rizki Fauzan.(.)

Continue Reading

Sosok

Hashim Djojohadikusumo Masuk Daftar 50 Orang Terkaya di Dunia

Published

on

KLIKSATU.CO.ID — Majalah Forbes baru saja merilis daftar 50 orang terkaya Indonesia pada 2018.

Hartono bersaudara telah menjadi orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

Ada pula nama baru di daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Majalah Forbes.

Kekayaan mereka US$35 miliar atau sekitar Rp508 triliun.

“Daftar tahun 2018 ini istimewa karena ada empat pendatang baru, dan dua di antaranya relatif masih muda,” kata pemimpin redaksi Forbes Indonesia, Taufik Darusman, kepada Famega Syavira dari BBC News Indonesia, Kamis (13/12/2018).

Salah satunya adalah Danny Nugroho, presiden PT Bank Capital Indonesia, yang baru berusia 43 tahun, masuk ke peringkat 38 dengan kekayaan US$790 juta (Rp11,4 triliun).

Selain itu ada pula Benny Tjokrosaputro (49 tahun), cucu pendiri Batik Keris, di urutan 43 dengan kekayaan US$670 juta (Rp 9,7 triliun). Benny membangun perumahan dan hotel di berbagai kota di Indonesia.

“Selain itu, kebanyakan mereka yang masuk di daftar berhasil mempertahankan posisinya, menunjukkan bahwa mereka sudah mantap di masing-masing lini bisnisnya,” kata Taufik.

Ini bisa dilihat dari posisi Hartono bersaudara yang telah menjadi orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir.

“Jaraknya sangat jauh dengan peringkat dua, sehingga posisi mereka akan sangat sulit digeser. Meski demikian, konglomerat lain sangat berpotensi meningkatkan jumlah kekayaan mereka dalam jumlah besar meskipun tidak mengungguli peringkat pertama,” kata Taufik.

Namun bagaimana dengan kekayaan Hashim Djojohadikusumo, adik Capres Prabowo Subianto atau Rusdi Kirana, di mana keduanya akhir-akhir ini menjadi perhatian publik?

Hashim saat ini menjabat Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, otomatis kerap bersentuhan dengan media.

Sedangkan Rusdi Kirana menjadi perhatian publik setelah satu pesawatnya PK LQP JT610 jatuh di perairan Tanjung Karawang, Cirebon.

Terbaru Rusdi berencana membatalkan pembelian pesawat ratusan Boeing setelah peristiwa ini.

Hashim Djojohadikusumo  

Berdasarkan daftar 50 orang terkaya Indonesia pada 2018 versi Forbes, Hashim Djojohadikusumo menduduki peringkat 35 dengan total kekayaan 850 juta dolar AS atau Rp 12,782 triliun berdasarkan kurs tengah transaksi BI, Sabtu (15/12/2018).

Di kancah bisnis, nama Hashim Djojohadikusumosudah tak asing lagi.

Putra bungsu begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini masuk daftar salah seorang pengusaha papan atas Indonesia.

Melansir kontan.co.id,  Hashim adalah pemilik konglomerasi Arsari Group dengan gurita bisnis mulai dari tambang hingga perkebunan. Kekayaan pria ini ditaksir bernilai sekitar US$ 850 juta.

Memang, menjadi kaya raya dengan kekayaan melimpah sudah menjadi impian Hashim sejak muda.

“Ketika muda saya ingin menjadi orang yang memiliki kestabilan keuangan atau kata lain kaya. Keluarga saya berkecukupan, namun saya ingin lebih dari itu sehingga saya menjadi pebisnis,” kata Hashim dalam surat elektronik kepada KONTAN beberapa waktu lalu yang dilansir Minggu, 23 Februari 2014.

Hashim menuturkan, bila dirinya tidak terjun ke bisnis, kemungkinan besar ia akan mengikuti jejak sang kakak, Prabowo Subianto di dunia militer. Kebetulan, sejak kecil ia memang sudah menyukai dunia militer.

Ia mengaku, sejak kanak-kanak suka membaca sejarah militer. Dalam hal permainan di kala kecil, ia juga suka permainan militer.

“Waktu kecil saya suka main permainan militer atau war game yang sejenis board game. Ada juga avalon hill, tapi bukan catur,” ujarnya.

Permainan militer ini selalu melibatkan kakaknya, Prabowo.

“Ada salah satu favorit kami dalam permainan itu, yakni tactics two,” ujar Hashim, mengenang.

Usia kedua putra Sumitro ini memang tidak terpaut jauh. Prabowo lebih tua tiga tahun ketimbang Hashim.

Usia Hashim sendiri saat ini mau menginjak 60 tahun.

Namun, keinginannya masuk militer pupus seiring dengan bertambahnya wawasan yang dimilikinya. Sejak kecil ia memang sudah mengenyam pendidikan di luar negeri.

Sejak SMP, Hashim telah mengenyam pendidikan di London. Ia lalu melanjutkan jenjang SMA di Singapura dan masa kuliah di Amerika, tepatnya Pmonona College, Claremont University dengan jurusan ilmu sosial dan politik.

Menurutnya, pendidikan yang didapatnya di Amerika dan Inggris sangat membantu membentuk dirinya menjadi seorang pebisnis. Soalnya, sistem pendidikan di sana merangsang pelajar untuk berpikir lebih kreatif. “Sistem pendidikan Amerika dan Inggris merangsang siswa untuk bertanya dan jangan hanya menerima saja yang diberikan,” ujarnya.

Hashim mengaku, sudah tidak kaget dengan sistem pendidikan yang terbuka itu. Soalnya, sejak kecil ayahnya selalu merangsang anak-anaknya untuk berdiskusi dan berdebat.

“Orang tua saya terutama ayah saya, Pak Sumitro, selalu merangsang kami untuk bertanya terutama karena beliau kan dulu seorang profesor yang dididik di Belanda sebelum Perang Dunia II,” ujarnya.

Keinginan Hashim terjun ke dunia bisnis makin kuat setelah ia duduk di bangku kuliah. Makanya, selain mengambil jurusan ilmu sosial dan politik, ia juga mengambil beberapa kursus akuntansi dan bisnis.

“Karena saya mengambil Liberal Arts College saya bisa memilih tambahan-tambahan yang saya inginkan. Saya memperoleh banyak keuntungan dengan menjadi kurang lebih seorang generalis dalam banyak hal dan spesialis dalam bisnis,” cetusnya.

Kiprah di dunia bisnis

Lulus kuliah pada 1976, Hashim langsung magang di di Lazard Freres Et Cie di Paris, Prancis. Di bank investasi ini Hashim menimba pengalaman di bidang keuangan.

Setahun berikutnya, bapaknya Soemitro, pensiun dari jabatan menterinya, yakni pada awal 1978.  Hashim pun pulang ke Tanah Air. Ketika itu, ia langsung menduduki jabatan direktur di Indo Consult. Ini adalah  perusahaan yang bergerak di bidang konsultasi manajemen yang didirikan ayahnya.

Ketika itu usia Hasim masih sangat muda, masih sekitar 24 tahun. Dua tahun setelah itu, Hashim mulai merintis usaha di sektor perdagangan lewat perusahaan yang didirikannya, PT Era Persada. Dari situ, kiprahnya di dunia bisnis terus berlanjut hingga sekarang.

“Di usia 30-an tahun, saya memulai bisnis internasional. Saya berbisnis ke Rusia, negara-negara Arab, Myanmar, Vietnam dan banyak lagi,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga belajar sejarah lokal dan mengerti budaya bisnis negara yang disinggahinya. “Kita tidak akan bisa melakukan itu dan maju apabila kita tidak punya keinginan untuk menjadi lebih baik dan melakukan lebih banyak,” kata Hashim.

Berdasarkan riset KONTAN, debutnya di dunia bisnis makin kencang ketika ia merambah industri semen pada 1988.

Grup Tirtamas, PT Tirta Mas, kelompok usaha yang didirikannya tak segan-segan mengucurkan dana yang cukup besar untuk mengambil alih saham mayoritas PT Semen Cibinong.

Kiprahnya di industri semen terus berlanjut dengan mengakuisisi PT Semen Nusantara Cilacap pada 1993. Dua tahun berikutnya ia mengambil alih PT Semen Dwima Agung, perusahaan semen yang belum beroperasi tapi punya 800 hektare lahan di tuban, Jawa Timur.

Pilihannya masuk bisnis semen bukan tanpa perhitungan. Sebagai komoditas dasar, Hashim sangat yakin semen akan dibutuhkan banyak orang. Nyatanya, belum genap tiga tahun Hashim terjun ke industri ini, krisis pasokan semen sudah merebak nyaris di seluruh pelosok negeri ini.

Alhasil, dari bisnis semen ini, ia sukses menambah pundi-pundi kekayaannya. Roda-roda usahanya terus bergerak dengan merambah sektor-sektor lain. Lewat PT Tunasmas Paduarta, salah satu anak perusahaan Grup Tirta Mas, Hashim merambah bisnis perbankan dengan mengambil alih Bank Niaga pada 1997.

Sebelumnya, tahun 1995, Hashim pun melakukan langkah yang hampir serupa, yakni mengambil alih 19,8% saham (senilai Rp 66 miliar lebih) milik pengusaha Yopie Wijaya di Bank Papan Sejahtera. Selain itu, ia juga memiliki masing-masing 100% saham di Bank Pelita dan Bank Kredit Asia.

Geliat bisnis Hashim terus merangsek ke sejumlah sektor lain. Cakupannya tak cuma di sektor perbankan dan industri semen. Tercatat ada puluhan jenis usahanya. Mulai dari sektor perdagangan  hingga ke industri migas (lihat tabel).

Langkah bisnis Hashim tak cuma merebak di dalam negeri, tapi juga hingga ke mancanegara. Mulai dari beberapa negara di kawasan Indocina (Vietnam dan Myanmar), hingga ke kawasan Eropa Timur. Misalnya, gebrakannya lewat PT Tirtamas Comexindo, yang didirikannya sejak 1986. Perdagangan yang dilakukan lewat perusahaan ini bahkan meliputi lebih dari 18 negara.

Namun, sebagaimana pebisnis lainnya, Hashim juga sempat mengalami kegagalan. Ketika Indonesia diterpa oleh krisis moneter, tepatnya di sekitar tahun 1998, banyak sekali usaha Hashim yang bangkrut.

Keputusan dramatis pun diambilnya. Ia memilih untuk pergi ke Inggris dan menjalankan bisnisnya di sana. Kendati berat meninggalkan Tanah Air, namun insting bisnisnya menunjukkan hasil.

Bisnisnya semakin maju dan semakin tersebar di mana-mana. Setelah 9 tahun menetap di Inggris, ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan bahkan menyelamatkan perusahaan milik Prabowo, yakni PT Kiani Kertas yang berutang Rp 1,9 trilliun di Bank Mandiri.

Perusahaan tersebut kini telah menjadi miliknya seutuhnya. Sebelum itu, Hashim menjual perusahaan minyaknya di Kazakhtan, Nations Energy kepada perusahaan China, Citic Group senilai US$ 1,91 miliar.

Selain menyelamatkan Kiani, Hashim juga berhasil menguasai konsesi lahan hutan seluas 97 hektare di Aceh Tengah. Itu kemudian mendorongnya untuk terus memperluas jaringan bisnisnya hingga memiliki 3 juta hektar perkebunan, konsesi hutan, tambang batubara, dan ladang migas di Aceh hingga ke Papua.

Kunci sukses Hashim cukup sederhana: menguasai bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan China.Dua bahasa itu merupakan bahasa yang sangat dasar di dunia bisnis. “Dulu mungkin bahasa Jepang, tapi dengan bangkitnya China maka bahasa Inggris dan China adalah bahasa paling dasar yang harus dikuasai bila ingin berbisnis,” ujarnya.

Selain itu, seorang pebisnis juga harus menghargai waktu. “Tepat waktu adalah syarat mutlak. Dengan tepat waktu orang akan lebih menghargai kita,” pesannya.

Tak kalah pentingnya adalah belajar pengetahuan dasar bisnis, seperti akutansi dan pembukuan. Menurutnya, pebisnis harus tahu apakah bisnis itu akan menghasilkan untung atau merugi. “Dasar saja, namun penting untuk mengerti itu,” ujarnya. [•]


Editor: Arahas Moeda

Continue Reading

Sosok

Jack Ma ke Partai Komunis, Tapi Tidak Menikahi Mereka

Published

on

KLIKSATU.CO.ID — Jack Ma, pendiri raksasa teknologi China Alibaba yang juga salah satu orang terkaya di dunia, disebut kini sudah menjadi anggota Partai Komunis China yang memiliki 89 juta orang.

Cerita tentang miliarder berpartai ini diungkap People’s Daily, media yang menjadi corong resmi partai itu. Disebutkan, Ma bukan yang pertama atau mungkin kapitalis super kaya China terakhir yang bergabung dengan partai, nama lain yang dijejer adalah titan properti Xu Jiayin dan pendiri Wanda Group, Wang Jianlin.

Dalam artikel Senin, People’s Daily menuliskan Ma adalah anggota partai yang telah memainkan peran penting dalam mendorong prakarsa infrastruktur perdagangan global Belt dan Jalan China – proyek Presiden Xi Jinping.

“Dia juga dihormati sebagai salah satu “pembangun sosialisme terkemuka dengan karakteristik China di Provinsi Zhejiang”, yang manjadi markas Alibaba,” tulis harian itu.

Bergabung dengan partai

Bergabung dengan partai dapat membantu pengusaha swasta menavigasi lingkungan bisnis yang rumit, di mana ekonomi yang dipimpin negara mendominasi banyak industri dan bisnis swasta.

Di China, pimpinan perusahaan membutuhkan dukungan Partai Komunis untuk menjadi kaya, tetapi mereka juga membutuhkannya untuk bertahan hidup.

Ini adalah hubungan yang – ketika angin politik berubah – dapat menggantung mereka hingga kering, kata para ahli.

Namun keanggotaan partai tidak mamppu mencegah ambruknya taipan minyak Ye Jianming, ketua CEFC China Energy, yang menghilang dari pandangan publik musim semi ini dan diperkirakan sedang diselidiki di Tiongkok.

Saingan bisnis Ma, CEO Tencent dan Chairman Pony Ma dan Robin Li dari Baidu tidak berafiliasi dengan pihak manapun, tulis People’s Daily.

Xi telah memperbarui desakan untuk memperluas pengaruh Partai Komunis dalam bisnis swasta, yang mengharuskan perusahaan mana pun dengan lebih dari tiga anggota partai untuk membentuk sel partai.

Tiga dari empat perusahaan swasta sudah menjadi tuan rumah organisasi partai.

Dalam sel perusahaan swasta, sel-sel partai harus “memandu dan mengawasi perusahaan untuk mematuhi secara ketat undang-undang dan peraturan nasional.”

Tidak menikahi mereka

Ma tidak mengungkapkan keanggotaan Partai Komunisnya dalam dokumen yang diajukan untuk penawaran umum perdana Alibaba 2014 di New York Stock Exchange. Tidak diketahui apakah Ma adalah anggota pada saat itu.

Seorang juru bicara untuk Alibaba menolak berkomentar.

Alibaba membeli surat kabar berbahasa Inggris Hong Kong, South China Morning Post, pada 2015 dan kontroversi berputar-putar di atas tajuk editorial dari cakupannya sejak pembelian.

Ma mengatakan kepada surat kabar itu bahwa ia ingin menawarkan “kesempatan yang adil bagi para pembaca” untuk memahami China ketika Alibaba membelinya.

Meskipun dikenal karena liputannya yang mendalam tentang China, surat kabar itu belum mempublikasikan sebuah cerita tentang keanggotaan partai kapitalis top China hingga Selasa malam.

Ma – pada September mengumumkan mengundurkan diri dari Alibaba tahun depan – sebelumnya memberi sinyal lebih tertarik mempertahankan negara Cina dengan jarak yang cukup dekat.

“Filosofi saya adalah mencintai pemerintah, tetapi tidak pernah menikahi mereka,” katanya pada Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 2007. [•]


Editor: Arahas Moeda

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending