Connect with us

News

Zainuddin Sosok di Balik Kemajuan Infrastruktur Aceh Timur Masa Bupati Azman Usmanudin

Published

on

Zainuddin saat di panggil Bupati Aceh Timur Drs. Azman Usmanudin kala Tengah berpidato di tengah masyarakat Lokop Serbajadi, untuk di perkenalkan bahwa ini orang yang bekerja keras memperbaiki jalan Peureulak-Peunaron-Lokop.

KLIKSATU.CO.ID | LANGSA — Mengulang sejarah dimana Aceh Timur Raya belum di lakukan pemekaran, pembangunan terus di upayakan pemerintah di bawah kepemimpinan Drs. Azman Usmanudin,MM sebagai bupati Aceh Timur, di masa kepemimpinannya ia membangun infrastruktur untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dengan berbagai tantangan di sebagaimana kala itu Aceh di Landa konflik antara pemerintah Republik Indonesia (RI) dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) membuat Nanggroe Aceh Darussalam (Sebutan Provinsi Aceh) menjadi daerah otonomi militer (Dom). Minggu (9/9/2018).

Di tahun 2002 jalan lintas Sumatera khusnya Jalab Peureulak – Peunaron – Lokop mengalami rusak berat, yang dapat menggambat perekonomian masyarakat Aceh Timur, sehingga membutuhkan tenaga profesional dan ahli di bidangnya untuk mengatasi permasalah Inprastruktur . Ir. Zainuddin,Ah pun hadir untuk melakukan perubahan membawa dampak besar untuk pembangunan infrastruktur di Aceh Timur.

Saat Zainuddin menjabat sebagai kepala seksi Teknis UPTD II Dinas prasarana wilayah provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, ia menjadi orang yang sangat penting dalam mengawal pembangunan Aceh Timur.

Dalam proyek ia diberikan amanah menjadi, pemimpin proyek peningkatan jalan dan pergantian jembatan wilayah Aceh Timur (tahun anggaran 2002). Selanjutnya ia menjabat sebagai Pemimpin bagian proyek pembangunan jalan Panton Labu – Langsa-batas Sumatra Utara (Tahun anggaran 2003).

Dari prestasi itu, Drs Azman Usmanudin MM Bupati Aceh Timur memberikan penghargaan kepada Ir. Zainuddin,AH yang mana ia telah melaksanakan tugas tugas dengan baik dan penghargaan tersebut sepantasnya diberikan kepadanya.

Adapun prestasi yang di laksanakan Zainuddin yaitu, pelaksanaan ruas jalan Peureulak-peunaron-lokop.

“Ruas jalan jalan tersebut di atas sebelumnya rusak berat sehingga membuat daerah Peunaron dan lokop ibukota kecamatan serba jadi, sempat terisolir beberapa waktu lalu,” tulis Alm Drs. Azman Usmanudin MM dalam surat penghargaan yang di keluarkan pada 9 Juni 2003 lalu.

Selanjutnya bunyi surat penghargaan kepada Zainuddin. Dengan hasil karya dan kerja keras yang bersangkutan, ruas jalan tersebut dalam waktu singkat telah dapat di perbaiki, sehingga dewasa ini kelancaran arus barang dan jasa serta perekonomian masyarakat serba jadi telah berjalan dengan baik.

“Menurut penilaian kami atas segala jasa yang telah di berikan oleh yang bersangkutan layak di berikan penghargaan, Demikian surat penghargaan ini di perbuat agar dapat di pergunakan seperlunya,” tulisannya.

Sementara itu Zainuddin mengatakan, “Secara organisasi saya tidak bertanggung jawab ke Bupati Aceh Timur, atasan saya Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi D. I Aceh dan Mentri PU RI. Tetapi Bupati sebagai Kepala Daerah saya setiap saat berkoordinasi dengan beliau,” ujarnya.

penghargaan bupati Aceh Timur Drs. Azman Usmanudin,MM kepada Ir. Zainuddin,Ah.

Dari prestasi-prestasi yang telah di dapatkan oleh Zainuddin semasa ia menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), sangat memungkinkan untuknya melanjutkan kembali karya-karyanya saat ia telah pensiun, prestasi tersebut tentunya harus kembali di kembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Langsa dan Aceh Tamiang.

Di tahun 2019 mendatang, Zainuddin AH akan berkompetisi menjadi Calon Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, dapil 7 Langsa dan Aceh Tamiang, ia maju melalui partai Golongan Karya (Golkar) dengan nomor urut 5.

Menurutnya pembangunan di Langsa dan Aceh Tamiang, sedikit banyaknya pengalaman yang pernah dijalani dan sesuai dengan displin ilmu yang dimiliki, bila Allah merizoi mencalonkan diri untuk berkompetisi memperebutkan hati rakyat di pileg 2019 mendatang.

“Insyaallah, jika terpilih nantinya saya menawarkan program untuk untuk dapat di rasakan oleh masyarakat, pembangunan infrastruktur jalan paret dan jembatan, mempermudah akses sehingga dapat menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat,” demikian kata Zainuddin [•].


Laporan : Irwansyah.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Daerah

Belum Genap Sebulan, Jalan Lontar Sudah Berlubang

Published

on

By

KLIKSATU.CO.ID | SURABAYA – Belum genap sebulan lalu diaspal, namun jalan Raya Lontar, Sambikerep sudah mulai berlubang. Tepatnya di depan toko yang berlokasi di Jalan Raya Lontar Nomor 51. Diameternya sekitar 30 cm dengan kedalaman kira-kira setengah meter. Jika terus-menerus dilewati kendaraan, tidak tertutup kemungkinan lubangnya semakin besar. Sebab, terdapat ruang kosong di bawah aspal yang berlubang tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Nasika, menyatakan bahwa warga menaruh kursi dan kayu di lubang itu sejak Sabtu siang (12/1) agar pelintas hati-hati. “Sudah diberi tanda aja banyak pengendara yang nabrak dan kecelakaan di situ. Kalau nggak ada tanda, ya kendaraan bisa jatuh,” ujar Nasika.

Salah seorang warga lainnya, Madekan, menuturkan bahwa lubang itu awalnya kecil, tidak seperti sekarang. Mungkin karena sering dilewati kendaraan roda empat, akhirnya lubang menjadi besar. “Setelah itu, langsung saya pasang kayu dan kursi sebagai tanda,” tuturnya kemarin. Pria 53 tahun itu lantas menduga-duga. Lubang tersebut terbentuk karena tanah di bawah aspal tidak terlalu padat.

Seiring berjalannya waktu, tanahnya berangsur turun. Akibatnya, terbentuk ruang di bawah aspal. Karena sering dilalui kendaraan, aspalnya ambles. Air hujan yang turun lewat lubang itu semakin mengikis tanah di bawahnya dan membuat lubang kian besar. “Seharusnya, segera diperbaiki oleh pihak terkait. Takut makan korban. Kalau dibiarkan, lubangnya juga makin besar,” kata Madekan.

Informasi itu sebenarnya sudah sampai ke satgas kelurahan setempat. Namun, hingga kemarin belum terlihat petugas yang memperbaikinya di lokasi.


Sumber : JPNN

Continue Reading

Nasional

Aceh Provinsi Termiskin di Sumatera

Published

on

By

ILUSTRASI

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH – Aceh masih bertahan sebagai provinsi nomor satu termiskin di Sumatera. Jumlah penduduk miskin di Tanah Rencong saat ini berjumlah 831 ribu orang.

“Aceh saat ini menduduki peringkat pertama termiskin dan Bengkulu nomor dua. Meski demikian, pada bulan September terlihat penurunan angka kemiskinan di Aceh cukup tinggi. Ke depan kita tinggal 0,02 persen selisihnya dengan Bengkulu,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Aceh Wahyudin dalam konferensi pers di Kantor BPS, Aceh, Selasa (15/1/2019).

Menurut Wahyudin, angka kemiskinan di Aceh dapat kembali turun jika pemanfaatan anggaran pada Maret dan September mendatang semakin baik. Penurunan angka kemiskinan juga berpengaruh terhadap pembangunan di pedesaan.

BPS, kata Wahyudin, melihat perubahan angka kemiskinan ini salah satunya dari berubahnya potensi desa ke arah lebih baik. Berdasarkan data per September 2018, jumlah penduduk miskin di pedesaan Aceh meningkat 0,03 persen dari 18,49 persen menjadi 18,52 persen. Sedangkan di perkotaan justru menurun 0,81 persen dari 10,44 persen menjadi 9,63 persen.

“Kita harapkan program-program yang dilakukan lebih utama diarahkan ke desa, sehingga masyarakat miskin turun. Itu harapan kita. Selain itu, kita mengharapkan dipermudah akses masyarakat miskin di desa terhadap akses keuangan dan ekonomi. Ketika ada bantuan diutamakan kepada mereka,” ungkap Wahyudin.

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Aceh yaitu 15,68 persen. Sedangkan Bengkulu yang menempati posisi kedua berjumlah 15,41 persen. Jika dilihat secara provinsi, penduduk miskin di Aceh berkurang sebanyak delapan ribu orang dibandingkan pada Maret 2018.

“Penduduk miskin di Aceh pada September yaitu 15,68 persen. Angka ini turun dibandingkan Maret dengan jumlahnya 839 orang atau 15,97 persen. Sedangkan jika dibandingkan September 2017, jumlah penduduk miskin bertambah dua ribu orang atau 15,92 persen,” bebernya.

Selama enam bulan tersebut, presentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Aceh mengalami penurunan 0,81 persen yaitu dari 10,44 persen menjadi 9,63 persen. Sementara masyarakat miskin di pedesaan justru meningkat 0,03 persen dari 18,49 persen jadi 18,52 persen.

Menurut Wahyudin, ada sejumlah hal yang berpengaruh besar terhadap meningkatnya garis kemiskinan. Untuk makanan, yang mempunyai andil besar terhadap garis kemiskinan seperti harga beras, rokok, dan ikan tongkol serta tuna. Sedangkan untuk komoditi bukan makanan, yang mempengaruhi garis kemiskinan yakni biaya perumahan, bensin, dan listrik.

“Komoditi makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan,” ungkap Wahyudin.

Konsumsi Rokok Sumbang Angka Kemiskinan di Sulsel

BPS Sulawesi Selatan (Sulsel) merilis jumlah penduduk miskin mengalami penurunan di tahun 2018. Data ini juga memperlihatkan, konsumsi rokok juga paling besar sehingga ikut menyumbang angka garis kemiskinan di masyrakat.

Berdasarkan data BPS Sulsel, jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan September 2018 sebesar 779,64 ribu jiwa, mengalami penurunan sebesar 46,33 ribu jiwa.

“Persentase penduduk miskin juga turun dari 9,48 persen. kondisi September 2017 menjadi 8,87 persen pada September 2018. Persentase penduduk miskin mengalami penurunan baik daerah perkotaan maupun perdesaan selama periode September 2017 ke September 2018,” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Faharuddin di kantor BPS Sulsel, Jalan Haji Bau, Makassar.

Meski angka kemiskinan turun di tahun 2018, sumbangan garis kemisnikan makanan terhadap garis kemiskinan sebesar 74,95 persen. Nilai itu naik dibandingkan tahun 2017 dengan persentase sebesar 74,59 persen.

Adapun komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, kue basah, bandeng, telur ayam ras, mie instan dan gula pasir. Sebagai perbandingan, konsumsi rokok filter di perkotaan sebesar 9,86 persen dan untuk wilayah pedesaan sebesar 9,02 persen.

“Untuk komoditas bukan makanan, kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan adalah biaya perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan dan perlengkapan mandi,” sebutnya.

“Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan,” sambungnya.


Sumber : DETIK

Continue Reading

Pemilu 2019

Lulus CPNS Caleg di Aceh Ramai-ramai Mundur

Published

on

By

ILUSTRASI

KLIKSATU.CO.ID | BANDA ACEH – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh mendapat informasi terkait banyaknya caleg di kabupaten/kota yang minta mundur. Alasannya, para Caleg ini rata-rata sudah lulus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Ini kita masih menunggu ada beberapa partai yang mengirimkan surat pengunduran diri Caleg. Kita akan balas suratnya sesuai surat KPU bahwa Caleg itu sudah tidak bisa dicoret. Kecuali dia mundur dari partai politik,” kata Komisioner KIP Aceh Munawarsyah kepada wartawan di Kantor KIP Aceh, Senin (14/1/2019).

Para caleg yang meminta mundur ini yaitu rata-rata caleg tingkat DPRK. Mereka mengajukan surat permohonan diri ke KIP daerah. Menurut Munawar, pihak KIP akan memproses pengunduran itu jika Caleg tersebut ikut mundur dari Partai Politik.

“Syarat maju caleg kan anggota partai politik maka (jika dia mundur) tidak lagi memenuhi syarat. Kita lakukan verifikasi ke parpol apa benar dia mundur (dari Parpol), kalau benar, dia kita coret,” ungkap Munawar.

Meski demikian, Munawar mengaku belum mendapat laporan angka pasti terkait caleg yang mengajukan pengunduran diri tersebut. Dia masih menunggu laporan dari KIP Kabupaten/Kota di Aceh.

“Kita belum dapat laporan angkanya. Tapi di masing-masing kabupaten/kota sudah ada yang mengajukan surat pengunduran diri. (Angkanya) banyak ini, mereka mundur berkaitan dengan pengumuman CPNS, karena mereka lulus CPNS mengundurkan diri,” ungkap Munawar.


Sumber : AJNN

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KLIKSATU CORNER

Advertisement

Facebook


Trending